Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Love and Lust

Love and Lust

Satu pesan masuk (Gio: Kamu pikir lagi matang-matang, apa kamu yakin mau putus denganku? Jangan sampai, ketika nanti aku sudah dengan yang lain, kamu merengek ingin aku kembali. Karena, aku tidak akan melihat kamu lagi ketika sudah bersama yang lain.) Ingin rasanya Erina mencabik-cabik mulut Gio yang terus menyakitinya dengan omongan-omongannya.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 135 Times as lust sin
Read
+Library
My Luna

My Luna

“Hah?” Ghina terdiam beberapa saat lalu menatap orang itu dengan bingung, pria yang sudah memperkanalkan dirinya kepada Ghina mendekati gadis itu dan merangkul pinggangnya. Ditariklah Ghina ke dalam dekapannya dan membisikan sesuatu. “Melati. Wangimu begitu menyengat, tapi membuatku mabuk.” Hidung Gamma mengendus lekukan leher Ghina lalu menjilatnya seperti makanan. Ghina terkejut, segera mendorong Gamma untuk menjauhinya dan langsung memegang leher yang baru saja Gamma jilat.
104.6K viewsOngoingAdded to Library 119 Times as lust sin
Read
+Library
Beautiful Sin

Beautiful Sin

Pintu ditutup rapat dan tidak lupa dikunci cepat. “Astaga! Apa yang sempat kulihat beberapa waktu tadi?!” Susan histeris setelah bersusah payah membungkam mulutnya. Emine tertunduk malu. Ia tidak menyangka saat ciuman dari Can yang selalu disukainya, berniat membalasnya, justru berakhir memalukan.
1.7K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as lust sin
Read
+Library
LUCID DREAM

LUCID DREAM

Dengan cekatan, seperti sudah terbiasa melakukannya, ia mengambil cairan yang ada dibotol kecil untuk memasukkannya ke dalam suntikan, lalu disuntik ke lengan Selir Livia, membuat perempuan itu kini berhenti memberontak. Cairan tadi merupakan obat bius yang sudah dianjurkan oleh dokter pada kepala pelayan apabila terjadi kdgaduhan seperti ini. Setelah membaringkan Selir Livia, kepala pelayan memanggil beberapa pelayan untuk membersihkan pecahan-pecahan barang yang berserakan. Suara larian yang semakin lama semakin mendekat membuat kepala pelayan datang ke pintu kamar, berjaga-jaga jika tamu yang datang merupakan orang yang tidak terduga.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as lust sin
Read
+Library
LOVE and LIE

LOVE and LIE

Ini rumah sakit, rasanya akan sangat memalukan jika orang-orang sampai mendengar perbincangan ini. Apalagi suaminya bekerja di sini, kalau orang lain tahu apa yang terjadi. Jelas hal itu akan berpengaruh pada reputasi suaminya. Aara jelas tidak akan membiarkannya. "Biarin aja, biar mereka gak menuduh kamu semena-mena," ujar Bu Laras keras kepala. Sifat yang sepertinya menurun kepada sang anak. "Saya gak sembarang menuduh. Memang kenyataannya Aara bukan wanita baik-baik," cibir Bu Tina.
1018.8K viewsCompletedAdded to Library 487 Times as lust sin
Read
+Library
RESTU

RESTU

batin Lion. Suasana hening kini menyelimuti mereka, Aloe sudah terlelap benerapa menit lalu dan Lion yang tengah mengekus pucuk kepala gadis itu. 🦁🦁🦁🦁 Di sebuah gedung seorang pria tengah frustasi dengan kliennya yang belum juga menunjukan batang hidungnya. "Lelet!" cibir pria itu. Notifikasi dari handphonenya membuatnya hangat
2.6K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as lust sin
Read
+Library
Love

Love

Love you all.... 😍😍😍😍😍 enjoy ya.. 😘😘😘 🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
1015.1K viewsCompletedAdded to Library 575 Times as lust sin
Read
+Library
LALI

LALI

“Kamu ki juga aneh to, Run. Kalo kamu masih suka sama Asih kenapa hari lalu kamu mutusin dia?” Harun masih bungkam. Ia seolah tidak ingin atau bahkan tidak tahu harus menjawab apa. Perasaannya benar-benar berantakan. Antara rindu dan juga menyesal telah memutuskan hubungan yang sudha bertahun-tahun mereka jalin.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 196 Times as lust sin
Read
+Library
LUKA

LUKA

Semua hancur, cinta yang dimiliki Nara hancur, persahabatan yang Nara miliki hancur menyisakan satu kata di hati . LUKA. ***
87.7K viewsOngoingAdded to Library 222 Times as lust sin
Read
+Library
Lusia

Lusia

sindirnya. Lusia menerima sindiran Aaron dengan senang hati, “Lihatlah betapa santainya aku, beginilah caraku sarapan.... “ ucap Lusia dengan mulut penuh. Lusia menghabiskan potongan apel dengan empat suap. “Nikmati sarapanmu kalau begitu, karena setelah ini kita harus pergi ke suatu tempat.” “Apa? kenapa tiba – tiba begi- uhuk! Huk!” Lusia tersedak dan kini ia kesulitan berbicara.
106.6K viewsOngoingAdded to Library 205 Times as lust sin
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status