Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pelukan Dingin Tuan Muda

Pelukan Dingin Tuan Muda

Makky tidak lagi menyahut tapi kini menatapnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun itu membuat Laiba tidak nyaman setelah beberapa waktu berada di bawah tekanan tuan muda Makky akhirnya mulut wanita itu bicara. "Uang, uang. Aku ingin kita membahas tentang uang," ucap Laiba tidak terlalu keras masih takut jika orang lain mendengarkan karena melihat Anthony yang baru saja kembali dari toilet. "Aku sedang tidak punya mood membicarakan uangmu yang tidak seberapa itu, setiap 24 jam dalam seminggu aku sudah berkutat dengan uang."
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai mahardika uang bicara
Baca
+Pustaka
NAFKAH YANG TERBAGI

NAFKAH YANG TERBAGI

sahut Ratri, dadanya mulai bergejolak. Beruntung tak ada orang yang mempedulikan percakapan mereka, walaupun pasar sedang ramai. "Ya, jalan pintas. Jika pun iya kamu punya uang, pasti uang itu adalah hasil dari pesugihan," ujar bu Nunik.
1032.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai mahardika uang bicara
Baca
+Pustaka
Tuan Mada, Ayo Kuasai Segalanya!

Tuan Mada, Ayo Kuasai Segalanya!

"Kau tahu, Mada? Kalau kau jadi satpam selama seribu tahun tanpa makan dan minum, uangmu belum tentu cukup buat beli spionnya!" Bella ikut menyahut, suaranya melengking. "Ini bukan lelucon, ya! Berhenti ngondek di sini! Kau pikir kau siapa? Elon Musk?! Tujuh puluh lima miliar itu uang tunai, cash! Kau mau bayar pakai apa? Pakai recehan yang kau kumpulkan di pos jaga?!" Mada menatap Bella sebentar. Hinaan ini, ngondek, recehan, mengingatkannya pada Nabila. Orang-orang ini selalu mengukur harga diri dari uang di dompet.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai mahardika uang bicara
Baca
+Pustaka
Istri Seksi Sang Casanova

Istri Seksi Sang Casanova

‘Uang berbicara’ pikirnya, Mutia sama saja dengan pelacur atau wanita gampangan yang rela menyerahkan kehormatannya demi uang. Tapi Firheith salah, Mutia malah melempar uang sekitar belasan juta itu balik ke wajahnya. “Kamu pikir aku pelacur yang tubuhnya dinilai dengan uang, huh?” Mutia menyalak dengan suara serak, seraya membuka pintu sedikit lebar. Firheith panik, kelimpungan merapatkan kaki. Ia menutupi miliknya dengan tangan, matanya berkeliaran lalu menyambar selimut dililitkan ke pinggang.
109.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 294 kali sebagai mahardika uang bicara
Baca
+Pustaka
Salah Pasangan, Tuan Muda Tak Mau Melepaskanku!

Salah Pasangan, Tuan Muda Tak Mau Melepaskanku!

Sekar langsung menggeleng. "Saya bukan barang yang bisa dibayar." "Aku tidak pernah bilang kamu barang." "Lalu kenapa Bapak terus bicara soal uang?" "Karena selama ini masalahmu selalu berakhir di uang." Kalimat itu membuat Sekar terdiam. Ia ingin membantah. Namun kenyataannya memang begitu. Tiga kali lamaran batal. Tiga kali pula penyebabnya adalah mahar.
10734 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai mahardika uang bicara
Baca
+Pustaka
Silakan Atur Sendiri Uangmu, Mas!

Silakan Atur Sendiri Uangmu, Mas!

"Mbak tau?" "Nika sih nggak pernah bilang sama Mbak, ya, soal itu. Hanya saja sepertinya dugaan mbak ini tidak meleset." "Apa, Mbak?" tanyaku dengan perasaan penasaran luar biasa. "Dikasih duit lakik lain, biar duit lakiknya yang pelit bin medit utuh! Ha ha ha ...."
10102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai mahardika uang bicara
Baca
+Pustaka
Istri Lugu Presdir Dingin

Istri Lugu Presdir Dingin

"Bagus. Jadi, di baca?" "Duit." "Hah?" Nia pun terkejut mendengarnya, dia bingung mengapa bisa Dila mengatakan demikian, "U-A-N-G, jadi, bacaannya, uang. Kenapa, kenapa jadi, duit?" "Memangnya salah, ya. Mami. 'Kan, Dila, sukanya ini di baca duit. Lagian sama aja uang atau duit." "Mampus!" Nia pun bergumam sendiri karena tidak kuasa menahan air matanya.
9.71.6M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40.7K kali sebagai mahardika uang bicara
Tampilkan Ulasan (268)
Baca
+Pustaka
Shila Idolanya Solihin
seru bnget baca ny,,,sampai setiap hari ingin mmbaca nya dn brharap Nia dan Dion kmbli bahagia lagi,,seperti sblm Karina hadir dn skrg kan Karina udah dicerai kan Dion jdi semoga Nia memaaf kan Dion dn kmbli bhgia dgn Dila,Zaki ,dn ank Dion yg lgi dikandung Nia skrg aamiin
Ora Weroh
ceritanya bagus. tp bab 123 dionnya yg sebagai laki" gk tegas dan gk peduli sma sekali hanya karna istri pertamanya datang malah melupakan istri ke2 bahkan dsaat dia memberi kabar kehamilannya.padahal nia yg telah mmberi kebahagiaan disaat dirinya terpuruk setelah ditinggal karina. inget karma dion
Baca Semua Ulasan
Live with the CEO

Live with the CEO

"Apa lagi? Aku sungguh tidak mengerti alasan kau senang teriak kapan pun dan di mana saja. Ada apa, ceritakan." "Katamu tadi berhenti teriak. Sekarang aku harus diam!" Dia berteriak lagi memarahi Bradly. "Apa kalian, para pria tidak konsisten dengan segala ucapan? Oh. Apakah karena kalian berdua bisa membeli apa saja dengan uang?" "Segala sesuatu memang perlu uang." "Persepsimu sangat amatir." "Bukan amatir, tapi realistis."
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai mahardika uang bicara
Baca
+Pustaka
Mertua Pilih Kasih, Kubuat Gigit Jari!

Mertua Pilih Kasih, Kubuat Gigit Jari!

Belum selesai aku berbicara, Mella sudah memotong pembicaraanku. "Mbak pikir aku miskin, nggak punya uang, gitu ya? Orang tuaku masih mampu membiayai hidupku!" seru Mella. "Makanya kalau punya uang, bayar hutangnya. Kalau nggak mau bayar berarti miskin." Aku sengaja menyebut kata miskin, biar Mella marah. Karena Mella tidak mau dikatakan miskin.
1058.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai mahardika uang bicara
Baca
+Pustaka
Dikontrak Jadi Istri Tuan Presdir

Dikontrak Jadi Istri Tuan Presdir

Bumi bergeming, mencoba memproses ucapan Karina di otaknya. "Saya ingin tahu untuk apa kamu mengganti tawaran saya dengan uang sebanyak itu? Saya tidak bisa sembarangan memberikan uang dalam jumlah banyak tanpa tujuan yang SANGAT jelas," tukasnya seraya menekan kata 'Sangat', karena baginya membicarakan tentang uang adalah hal yang sangat sensitif. Bagaimana jika Karina mencoba mengecohnya? Dan membawa kabur uang miliknya setelah menerima benda mati itu? Bumi hanya berhati-hati terhadap apa yang dia miliki.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai mahardika uang bicara
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status