Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ARKA: Seorang Manusia yang Bukan Siapa-siapa

ARKA: Seorang Manusia yang Bukan Siapa-siapa

“Hehehe. Iya. Tapi, aku masih canggung.” Dia kembali tertawa. Aku tersenyum. “Kamu pasti dari Fakultas Olahraga, aku sudah tahu itu.” “Kamu gampang menebakku, tapi aku tidak bisa menebak kamu dari fakultas mana?” “Aku dari Fakultas Bahasa.” Aku tersenyum menatapnya. “Oh iya, kenalkan, namaku Arka.” “Aku Salma,” jawabnya.
107.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai mas arya
Baca
+Pustaka
Tuan Muda Konglomerat

Tuan Muda Konglomerat

Yasmin memperkenalkan kamu setelah melihat kedatangan Sean dan Mega. “Salam kenal, Arya,” Arya menjulur tangannya untuk bersalaman dengan Sean. Melihat Sean yang berpakaian biasa, dia juga tidak tertarik untuk banyak bicara lagi. “Salam kenal,” melihat orangnya tidak ada niat untuk berbincang dengannya, Sean tersenyum tipis, lalu menarik kembali tangannya. Saat Arya bersalaman dengan Mega, matanya seketika bersinar, sangat jelas wanita yang seperti Mega memang bisa membuat orang-orang tercengang.
9.1120.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai mas arya
Baca
+Pustaka
365 Hari Jadi Istrimu

365 Hari Jadi Istrimu

“BREAKING NEWS: Arka Mahendra Mesra Kembali dengan Mantan, Sasha Arselan!” Jantung Alya seketika jatuh ke dasar, berdebam keras di dalam dadanya. Ia tidak hanya membaca judul, tapi juga melihat foto yang tersemat di bawahnya. Arka. Dengan senyum tipis yang hanya bisa ia tunjukkan pada orang-orang tertentu, berdiri sangat dekat dengan Sasha. Entah di mana, entah kapan, tetapi keintiman itu, tawa samar yang tercetak di wajah Sasha, semuanya terasa nyata dan menghantam telaknya.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai mas arya
Baca
+Pustaka
ARYA WIGUNA WADAH TERPILIH

ARYA WIGUNA WADAH TERPILIH

Dua murid si kakek tersenyum kagum, karena mereka sendiri tidak menguasai ilmu kesaktian yang Arya tunjukan. Terlebih Arya menggunakan jurusnya itu, untuk membela kebenaran dan membebaskan penderitaan warga desa Marga. "Maafkan aku," bisik Arya sembari mengambil kepala Tunggul Ametung yang terlempar sedikit jauh dari tubuhnya. "Kau tidak perlu meminta maaf, orang seperti dia layak menerimanya," sanggah Ruyung puas melihat kekalahan pendekar bayaran.
9.37.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai mas arya
Baca
+Pustaka
Tujuh Dosa Besar

Tujuh Dosa Besar

jawab Dida, dia tersenyum kecut. “Aah ….” Arya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Pantas saja perempuan itu terlihat sangat ketakutan. Padahal skill yang dimilikinya cukup bagus. Tinggal diarahkan dan diasah saja, pasti ke depannya akan jadi support yang hebat. “Kalau begitu, saya sedang ada misi—”
1013.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 306 kali sebagai mas arya
Baca
+Pustaka
SANG MENANTU TERBUANG

SANG MENANTU TERBUANG

Arya tersenyum, senyum yang kali ini tidak mengandung cemoohan atau kekejaman, tetapi justru kejujuran yang langka. "Karena kau wanita yang paling jujur yang pernah kutemui, Aruna," jawab Arya. "Kau tidak bersembunyi di balik kelembutan palsu seperti Kinanti. Kau menunjukkan ambisi, kesombongan, dan kekuasaanmu secara terbuka. Kau adalah cerminan dariku. Kita berdua adalah api yang dingin."
10894 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai mas arya
Baca
+Pustaka
I'm Arjuno, Not Arjuna

I'm Arjuno, Not Arjuna

Marisa sempat melihat dari ponselnya jika Arjuna sudah bisa berjalan menaiki tangga. Dia yang terkejut dan ketakutan melemparkan ponselnya begitu saja. “Ma, kenapa?” “Di-dia, di-dia bi-bi-bisa jalan!” sahut Marisa dengan tergagap. “Siapa yang bisa jalan, ma?” “Ar-Arjuna, pa. Arjuna sudah bisa jalan!”
10293 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6 kali sebagai mas arya
Baca
+Pustaka
Arjuna & Julia (INDONESIA).

Arjuna & Julia (INDONESIA).

Tidak mau peduli. "Tapi dia anak Mama juga. Anak tiri Mama," Arjuna masih dengan emosinya yang belum terkontrol. Wajahnya memerah karena amarah. Lauren menghela nafas panjang. "Astaga Arjuna. Coba kamu bayangkan tiba-tiba ada seorang pria yang mau membayar Mama uang lebih hanya untuk mendapatkan gadis bodoh sepertinya. Siapa yang mau menolak uang sebanyak itu, Arjuna. Tentu saja Mama langsung menyetujui penawaran bagus itu," ucap Lauren yang berhasil membuat kepala Arjuna tiba-tiba pusing.
1010.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 384 kali sebagai mas arya
Baca
+Pustaka
Pria milik 'ARANA'

Pria milik 'ARANA'

Satu untuk pengkhianatan suaminya, satu lagi untuk penderitaan gadis malang ini. "Maafkan aku, Arana," gumamnya nyaris tak terdengar saat menyambut uluran tangan Citra untuk turun dari mobil. Matanya yang dulu sayu kini berkilat tajam dan dingin. "Tenanglah di sana. Biar aku yang membalas budi pada orang tuamu, dan biarkan aku yang menghancurkan mereka yang pernah mengusik hidup kita." Hari ini, Arana Pratama yang lemah telah mati. Yang tersisa hanyalah Reta Sidney, pembalas dendam yang siap membakar siapa pun yang menghalangi jalannya.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai mas arya
Baca
+Pustaka
Ranjang Panas Sang Arjuna

Ranjang Panas Sang Arjuna

tanya Yoga mengalihkan pembicaraan. "Apa maksudmu?" tanya Nyonya Rana kembali. "Lihat ini Nyonya," jawab Yoga sambil menyodorkan sebuah foto masa kecil Arjuna yang ada di meja kerja Arjuna. Nyonya Rana mengamati foto itu, lalu menatap Yoga yang ada di depannya. "Ini foto Arjuna lalu?" tanya Nyonya Rana penasaran. "Bandingkan dengan foto anak Nadia," jawab Yoga sembari menyerahkan foto terbaru anak Nadia yang tersebar di internet.
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai mas arya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status