Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terlena! Tusukan Mas Juki

Terlena! Tusukan Mas Juki

jawab Juki seolah sedang memberikan penjelasan pada seseorang yang belum mengerti. "Apa? Klimaks? Apa itu kli...maks... ahh Juki jangan!" Belum sampai Nadine merampungkan kata-katanya. Juki segera melanjutkannya agar sang istri segera mendapatkan puncaknya. "Aaaaa... Juki!" BERSAMBUNG
1063.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai mas kuli
Baca
+Pustaka
MAS, KAWIN YUK?!

MAS, KAWIN YUK?!

Akan tetapi. “Mas, Mbaknya kabur, Massss!!!” “CINTAAAA!”
106.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 268 kali sebagai mas kuli
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

"Ini ... kok mirip punya Papa?" Mariana mengamati sebuah kunci dengan gantungan yang tak asing baginya. Sebuah benda yang terbuat dari besi berwarna perak, dengan ukiran kanguru dan nama negara di bawahnya. Sedangkan saat dia melihat bagian belakang benda itu, Mariana cepat melepaskan dan membungkam mulutnya sendiri dengan telapak tangan. Dia menggeleng kuat, tak kuasa membayangkan lebih jauh tentang suaminya.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai mas kuli
Baca
+Pustaka
Kubawa Benihmu, Mas!

Kubawa Benihmu, Mas!

tanya Sarita. "Sudah tidak apa, Nona. Peluru kosong sudah kukeluarkan tadi saat kita berhenti membeli kue," jawab Aulia. "Terima kasih, Nak!" ucap Marni. Aulia tersenyum dan mengangguk, lalu dia segera membantu Marni untuk bisa keluar dari mobil. Berdua dengan Sarita, Aulia memapah tubuh tua yang sedikit kaku buat jalan itu. Masa dua minggu cukup menyita tenaga Marni, sehingga untuk memulai langkahnya terlihat kaku.
1033.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 736 kali sebagai mas kuli
Baca
+Pustaka
Mas Duda Suamiku

Mas Duda Suamiku

"Ini tidak boleh, yang ini juga, yang mana yang dibolehin sama Mas?!" "Ren, kan sudah aku bilang di lemari itu ada baju buat kamu, selama di rumah ya kamu pakai baju itu, yang lama jangan dipakai!" "Terus, buat apa Mas minta aku bawa baju satu koper kalau tidak boleh dipakai? Piyama tidur juga kata Mas tidak boleh dipakai lagi mulai nanti malam, banyak sekali sih yang tidak boleh, kan cuman baju!" omel Rena panjang lebar, dia kira bangun tadi langsung mendapatkan kata sayang, ternyata tidak, suaminya berbicara panjang lebar soal baju. "Yang mana? Rena pakai yang mana?"
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai mas kuli
Baca
+Pustaka
Menantu Kuli

Menantu Kuli

“Orang yang tepat? Apa yang bisa diberikan oleh seorang kuli sepertinya? Kau tahu apa yang dia punya? Tidak ada! Dia hanya beban!” “Mira...” Haldi mencoba menenangkan, namun Mira melanjutkan amarahnya. “Kau pikir dengan menikahi putriku, statusmu akan naik? Kau pikir kami akan menerimamu sebagai bagian dari keluarga ini? Jangan bermimpi terlalu tinggi, Willy!” Willy tetap diam, meski wajahnya mulai memerah. Keenan ikut campur. “Benar kata Ibu. Kau hanya pekerja remeh yang tidak punya masa depan. Kau pikir kau bisa hidup dari belas kasihan Delia?”
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai mas kuli
Baca
+Pustaka
Culik Aku, Mas Gery!

Culik Aku, Mas Gery!

Ibu Dewi dan Raka pasti akan menggunakan segala cara, termasuk memfitnahnya seperti kemarin, untuk mempertahankan aset dan hak asuh anak. ​Sebelum menyeberang ke kafe, Ana menghubungi mika, sahabat karibnya sejak masa kuliah. Mika adalah sosok yang sudah dianggap seperti bibi kandung oleh Nia, dan rumahnya yang asri di pinggiran kota adalah tempat paling aman saat ini.
10464 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai mas kuli
Baca
+Pustaka
Mas, Nikah, Yuk!

Mas, Nikah, Yuk!

Tak berkomentar lebih. 💐💐💐 "Itu loh katanya sekarang emang lagi musimnya maling daleman," kata ibu-ibu berjedai tinggi dan daster motif bunga-bunga, dengan tangan menutupi bibir seolah sedang berbisik. Padahal mah suaranya keras sampai beberapa orang melirik. Devita yang sedang memilih-milih sayur di pedagang berusaha menajamkan pendengaran. Meski ia tidak menimbrung diobrolan. Tapi, jiwa-jiwa keponya memberontak ingin tahu.
753 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai mas kuli
Baca
+Pustaka
KUIKLASKAN SUAMIKU UNTUKMU

KUIKLASKAN SUAMIKU UNTUKMU

Kulihat Rani masih menikmati proses mengambil makanan dan memasukkannya ke mulut. “Sit, kamu enggak pengen sekolah masak atau kursus masak gitu. MAsakan kamu enak banget lo Sit. Kalau kamu ikut kursus kan bisa tambah pinter Sit. Siapa tahu nanti kamu bisa bikin catering, kan lumayan Sit.” Tutur Rani sambil tetap menyantap makanannya. “Iya sih mbak, tapi Siti malu. Siti takut bodoh sendiri saat kursus masak.”
7.226.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 558 kali sebagai mas kuli
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status