Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Aku Tidak Tidur, Mas!

Aku Tidak Tidur, Mas!

Kamu tahu, Mas, aku sudah tahu kebusukanmu dengan wanita itu karena aku semalam tidak tidur! Seperti biasa sambil menunggu satu persatu karyawanku datang aku mempersiapkan pekerjaan hari ini. Bersiap untuk launching baju daster model terbaru yang memang kami lakukan hampir setiap bulannya. "Assalamualaikum."
1021.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 848 Beses bilang masalalu cafe
Read
+Library
Kapokmu Kapan, Mas?

Kapokmu Kapan, Mas?

"Ya udah, ayo kita ke sana, Ti. Mumpung belum terlalu sore. Alamatnya di mana?" Kusebutkan alamat rumah Mas Andre. Kebetulan lokasinya tak terlalu jauh dari tempat kami berada saat itu. Miska langsung membelokkan mobilnya menuju perumahan elite itu. Ternyata, setelah kami sampai di sana, Mas Andre tidak ada di rumah. Hanya ada istrinya yang menyambut kami dengan ramah. "Ada perlu apa, ya, Mbak Titi ke sini?" tanya istri Mas Andre setelah mempersilakan kami menikmati hidangan yang disuguhkannya.
1079.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 3.0K Beses bilang masalalu cafe
Read
+Library
Me & My Ex

Me & My Ex

Begitulah ucapan dan doa yang diaminkan oleh mereka. Alena sejak tadi sibuk mengatur sajian bersama dua mama. Sementara dua papa asyik berbincang dan menerima tamu. Berbagai macam menu cafe, juga dessert disajikan dengan nampan cantik di meja prasmanan. Menu utama dari cafe ini sama dengan yang lain, hanya saja Adam menambahkan beberapa jenis masakan angkringan sebagai pelengkap, dengan satu ruangan lesehan khusus untuk pelanggan yang tidak merokok.
1043.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.2K Beses bilang masalalu cafe
Read
+Library
Pengantin Pengganti untuk Presdir Lumpuh

Pengantin Pengganti untuk Presdir Lumpuh

Cocoa Cafe, Korean Food. 11.30 AM Melissa mendorong kursi roda milik Erlangga memasuki kafe. Melissa mengamati seluruh interior kafe dengan wajah berdecak kagum. Erlangga mendongakkan kepalanya sedikit menatap Melissa, dia tersenyum mengejek melihat decak kagum di wajah gadis itu. “Aku tidak tahu di Seoul ada tempat seperti ini,” ucap Melissa.
918.0K viewsOn holdIdinagdag sa Library 720 Beses bilang masalalu cafe
Read
+Library
AKU ISTRIMU MAS!

AKU ISTRIMU MAS!

“Mas... maafkan aku. Aku ingin pulang kepelukanmu sejak lama, tapi aku—aku takut.” “Takut apa?” tanya Bara, pelan. “Takut Mas sudah melupakanku... atau bahwa aku tak akan dikenali lagi.” “Mustahil aku lupa.” Bara menjawab tanpa ragu. “Sekalipun waktu membuatmu berubah... hatiku tidak pernah salah mengenalmu.” Bayu memejamkan mata, menggenggam jemarinya erat-erat. Ia ingin berteriak, ingin membongkar segalanya. Tapi ia tahu, belum saatnya. Belum.
102.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 73 Beses bilang masalalu cafe
Read
+Library
MENGASUH ANAK MAFIA

MENGASUH ANAK MAFIA

' Usai sarapan, Rafael mengajak Alissa kut dengannya ke sebuah cafe. "Kamu tunggu di sana aja ya, pesen apapun yang kamu mau. Aku ada urusan di lantai dua." Kata Rafael sambil menunjuk meja di sudut cafe dekat jendela. Alissa menurut dan duduk di sofa empuk pojok cafe yang masih sepi itu. "Permisi Kak, silahkan menunya." Seorang gadis pelayan cafe datang menghampirinya. "Ada rekomendasi nggak kak? Kayaknya enak semua jadi bingung, hehe."
1.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 34 Beses bilang masalalu cafe
Read
+Library
DOSA TERINDAH

DOSA TERINDAH

nama coffeshop yang baru dibuka ini. “Aku pasti datanglah, Bro! Selamat ya! By the way ini kafe kopi yang keberapa, Bro?” Suara Mas Adam. Sementara aku masih beberapa langkah di belakangnya, belum sampai ke posisinya berdiri sekarang. “Yang ke ....” Suara itu terhenti. Lalu .... “Aya! Hey! Kamu Cahaya, kan?” Bersambung.
9.8211.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 6.8K Beses bilang masalalu cafe
Read
+Library
TERPAKSA MENIKAH dengan CEO TEMPERAMEN

TERPAKSA MENIKAH dengan CEO TEMPERAMEN

Gak ada baik-baiknya jadi orang. Tak lama tampak Mas Very hendak ke sini, terlihat dari jauh tapi tetap jelas. Cafe ini luas dan out door, kami duduk di luar dengan pencahayaan yang temaram. Langit sebagai atapnya, dan bintang bulan sebagai penerangnya. "Hai, Bro, lama banget, udah ditungguin nih dari tadi!" sapa mereka bergantian saat Mas Very sudah sampai sambil menyalaminya dengan kepalan tangan yang saling beradu.
102.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 50 Beses bilang masalalu cafe
Read
+Library
Aku Tidak Mandul, Mas!

Aku Tidak Mandul, Mas!

"Adonannya baru dikukus, Kak." "Pesanan hari ini nggak banyak sih, Kak, cuma dari Bu Rasmi 50 box. Isinya nasi, chicken nugget, sama mihun mix sayur. Nanti garnisnya telur rebus aja." "Oke, kalau begitu aku bikin nasi goreng aja deh buat sarapan kita," ujar Sania setelah ia mengecek ketersediaan nasi di magic com.
3.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 105 Beses bilang masalalu cafe
Read
+Library
Kau Bisa Apa Tanpaku, Mas?

Kau Bisa Apa Tanpaku, Mas?

"Mau menawarkan diri kamu ke aku, ya? Maaf! Aku nggak selera. Takut kamu sudah tertular penyakit dari pelanggan-pelanggan kamu diluar sana." "Bukan itu, Mas." "Terus?" "Aku datang untuk minta tolong sama kamu." "Minta tolong apa, nih?" tanya Bian dengan alis berkerut. "Pinjami aku uang sepuluh juta saja, Mas!" pinta Salma sambil meremas ujung jarinya. "Uang? Sepuluh juta? Memangnya, kamu mampu bayar?" tanya Bian meremehkan.
8.570.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.7K Beses bilang masalalu cafe
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status