Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pura-Pura Mati

Pura-Pura Mati

tuntut wanita itu, murka. Mas Andra menggaruk kepalanya, ekor matanya itu tidak fokus. Bibirnya bergerak, seperti orang ngomong. Jelas banget dia lagi kebingungan. "Iya, Sayang," jawabnya mengakui. "Ya Allah, Mas. Ngapain aja kalian? Atau jangan-jangan kalian udah___ "Enggak kok, Sayang," pungkas Mas Andra menyanggah. "Aku gak seperti yang kamu pikirin kok."
102.2K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as mata malas
Read
+Library
Mayat-Mayat Hidup

Mayat-Mayat Hidup

katanya kemudian dengan air muka tegang. “Nah, itu dia. Saya lihat video para pengendera mobil dan motor yang macet di situ udah viral. Lihat aja di media sosial, banyak zombi dari arah jalan di Kali Malang yang nyerang orang-orang yang kejebak macet di situ,” ujar Bu Usi. “Waduh, zombi-zombi itu udah makin dekat sama kita, dong.” “Justru itu, saya sekeluarga mau buru-buru ngungsi ke rumah saudara di Bogor,” jelas Bu Jisah. “Nanti lewat Cileungsi biar aman.”
2.7K viewsOngoingAdded to Library 91 Times as mata malas
Read
+Library
Suamiku Mati Kutu

Suamiku Mati Kutu

Bab 37 "Ada apa Bu?" tanya pembantu Renata saat melihat perubahan raut wajah Renata. "Ini Bi masa ada orang kirim video ginian di akun w******p aku." Renata menunjukkan video mesum 21+ yang di kirimkan oleh kontak yang tidak dia kenali. "Lagian ini orang kok usil banget ya Bu sampai mengirimkan video seperti itu apa tujuannya coba?"
1023.7K viewsCompletedAdded to Library 711 Times as mata malas
Read
+Library
Kenikmatan Satu Malam

Kenikmatan Satu Malam

Rupanya kekacauan malam ini ditayangkan secara live di media kaca. “Maaf Tuan Yu, kami datang terlambat. Ada yang membuat onar di jalan dan membuat jalanan macet. Sepertinya semuanya sudah diatur untuk.. untuk menghalangi kami agar tidak bisa sampai di sini tepat waktu.” Lapor salah satu asistennya pada Yu Silan. Pria itu membungkuk dalam-dalam siap menerima kemarahan presdirnya itu. “Antonioooo!” Teriak Yu Silan sambil mengepalkan tangannya.
2.2K viewsCompletedAdded to Library 57 Times as mata malas
Read
+Library
Mata Ketiga Manda

Mata Ketiga Manda

Bahkan setelah diputar beberapa kali tetap saja itu hanya lipstik dengan warna merah menyala yang menurutnya sangat menjijikkan. Melihat itu tentu saja Colin mulai berkomentar, “Sudah kuduga! Percaya padamu adalah sebuah kesalahan terbesar!” Tak ada yang bisa dilakukan Manda selain pasrah menerima semua makian Colin. Lalu dengan kepala tertunduk ia pun berkata, “Maaf, Pak. Aku hanya berusaha berpikir bahwa tidak mungki Nicol mengatakan rumah kalau tidak ada sesuatu di sana.”
967 viewsOngoingAdded to Library 38 Times as mata malas
Read
+Library
Mayat Berkepala Terbalik

Mayat Berkepala Terbalik

Amanda masih belum nikah, dia tidak mau mati sia-sia. Duar! Dahi Amanda kembali kejedot benda yang keras sekali lagi. "Aduh!" Amanda mengusap dahinya dengan kasar. Lalu matanya memperhatikan benda keras apa yang menghantamnya. Lagi-lagi Amanda membentur bagian tubuh Elang. Ya ampun, badan Elang ini isinya otot kawat balung wesi atau apa ya? Kenapa keras banget? "Ngagetin aja kamu, Lang. Kenapa tiba-tiba nongol di belakangku?" gerutu Amanda.
987 viewsOngoingAdded to Library 32 Times as mata malas
Read
+Library
Dicampakkan Setelah Melahirkan

Dicampakkan Setelah Melahirkan

ucap serempak Manggala dan Aldino, merasa khawatir pada wanita bermata sipit itu. “Mama cuma kaget,” lirih Malati lalu meminum segelas air yang diangsurkan oleh Manggala. Glek, glek, glek, Malati mulai mengatur nafasnya hingga normal kembali. Belakangan wanita paruh baya itu terserang penyakit di saluran pernafasan. Ketika ia merasa letih, capek dan syok maka ia akan terserang sesak nafas.
1036.6K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as mata malas
Read
+Library
Mata Elang

Mata Elang

beber Vanya. “Ehmm!!! Memang susah jika orang yang tidak mengenal Mawar duri dengan baik, pasti akan percaya saja,” “Ahh!!! Aku tidak tahu!! Rugi aku memikirkan si Mawar berduri itu!!! Bikin sakit kepala saja!!!” protes Anita.
108.2K viewsCompletedAdded to Library 196 Times as mata malas
Read
+Library
Ketika Adikku Inginkan Suamiku

Ketika Adikku Inginkan Suamiku

“Enggak penting lagi memikirkan perasaanku. Karena perasaanku memang sudah enggak ada, Mala. Semua rasa itu sudah habis. Tida ada lagi yang tersisa meski sedikit saja. Rasa itu semuanya sudah kuberikan padamu. Jadi, enggak masalah lagi sekarang, aku enggak suka, aku enggak cinta, atau apa pun itu. Yang penting Papa dan Mama bahagia. Masalah perasaanku, enggak penting.” “Diky! Kenapa di sini? Hey siapa gadis ini?” Aku dan Mala tersentak. Mama sudah berdiri di depan pintu. “Oh, iya, Ma. Ini Mala, Dia ….” “Sore, Tante … saya Mala,” kata Mala mengulurkan tangan. “Kenapa enggak masuk?” Mama menerima uluran tangan Mala dengan ramah.
4.2K viewsOngoingAdded to Library 143 Times as mata malas
Read
+Library
O, Yang Mulia!

O, Yang Mulia!

Matanya masih terpejam. Beberapa saat kemudian, sang Matriark terkekeh, "Ha, ha! Begitu rupanya ... dasar manusia picik." "Itu bukan Pedang Suci, Fames," kata Malus lagi, "Tapi jangan lengah. Kekuatannya tidak main-main." "Baik, Master ... lalu, apa yang akan kita laku--" Sebelum Fames menyelesaikan kalimatnya, Malus sudah sudah merapal sebuah sihir.
104.3K viewsCompletedAdded to Library 141 Times as mata malas
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status