TETANGGA BARU
Suamiku itu, kukuh masih ingin menjalani program kehamilan.
"Sayang," sapa Mas Adrian yang baru saja tiba di ruang televisi ini. Duduk di sampingku setelah menaruh gelas berisi susu cokelat pada meja di hadapan kami.
Aku hanya menoleh dan tersenyum ke arahnya. Lalu menyimpan figura ke tempatnya semula.
"Kamu kenapa? Kangen sama anak-anak?" tanyanya lembut.
Aku mengangguk disertai helaan napas berat. "Pastilah, Mas. Udah mau dua bulan, kita belum ke sana," jawabku lesu.