Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jodoh Tak Salah Alamat

Jodoh Tak Salah Alamat

titah Reza melenggang pergi keluar ruang IGD. "Keluarga pasien?" ucap Reza berdiri di antara mereka. "Kami orang tua Meysa, Dok. Bagaimana keadaannya?" Papa Meysa berdiri sambil memapah istrinya. "Untuk sementara, pasien harus dirawat intensive sampai menunggu hasil lab keluar. Apakah sudah lama Meysa mengalami gejala seperti ini?" tanya Reza. Mamanya kembali terisak, sedang tante Meysa yang turut mengantar gadis itu, bergegas ke tempat pendaftaran.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai meja pasien
Baca
+Pustaka
Aku Ingin Bercerai, Pak CEO!

Aku Ingin Bercerai, Pak CEO!

Sevia menyembunyikan ponselnya lagi lalu keluar dari kamar. Sevia duduk di bangku yang terdapat di taman sambil melihat pasien lain beraktivitas. Di saat Sevia masih melihat-lihat, tiba-tiba ada salah satu pasien yang mendekatinya. Sevia menyipitkan mata karena tak senang dengan tatapan pasien itu. “Apa lihat-lihat, hah?” bentak Sevia. Pasien yang dibentak Sevia malah tersenyum, lalu duduk di samping Sevia.
10165.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai meja pasien
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
di@jenk
selalu suka dengan cerita tentang wanita yang menjadi tangguh karena pengalaman hidup yang dilewati. wanita yang bangkit menjadi lebih kuat dan tidak hanya diam dalam keterpurukan karena sikap lelaki yang tidak tegas dan jelas.
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Baca Semua Ulasan
Road to Romance

Road to Romance

ujarnya seraya menarik meja yang berisi obat-dan alat medis. “Tolong usir orang ini, dia menggangguku~” desah Jiah frutasi. Mendengar ucapannya berhasil membelalakan kedua mata Junsu, “Apa? T-tu-tunggu sebentar-“ gagapnya panik. Perawat itu merangkul lengan Junsu lalu menuntun perlahan keluar pintu, “Maaf, pasien perlu istirahat tanpa ada gangguan.” jelasnya.
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai meja pasien
Baca
+Pustaka
DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA

“Apa masih ada pasien lagi, Sus?” tanya Meyra setelah ia baru saja menyelesaikan tugasnya yang terakhir. Wanita berpakaian serba putih yang selama ini membantunya di klinik, malah terlihat agak bimbang. “Di luar masih ada seorang anak yang sejak tadi menunggu, ingin bertemu dengan Dokter, tapi kelihatannya dia tidak sedang sakit.”
1025.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 856 kali sebagai meja pasien
Baca
+Pustaka
Kamu Menidurinya?

Kamu Menidurinya?

"Sebentar, saya akan bertanya pada yang lain." Alia mengangguk. Dia duduk di ruang tunggu, matanya mengedar ke sekeliling. Banyak pasien di atas di ranjang pasien berjejer dan ada juga pasien duduk di kursi roda yang akan di bawa pulang, karena ruang pendaftaran dekat dengan pintu keluar dan pintu masuk. Wanita itu kembali, Alia menghampiri dengan senyuman—tidak sabar akan jawaban darinya.
9.4181.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.4K kali sebagai meja pasien
Baca
+Pustaka
Klinik Aborsi

Klinik Aborsi

Ujarnya lagi, sangat memaksa. Aku dan Mia saling memberi kode, kata 'bapak' yang mereka sebut itu benar-benar membuat kami penasaran. Dua bola mata kami saling mengedip, tanda kami setuju untuk menggarap pasien itu. Mia membari isyarat agar aku mempersiapkan ruangan. Dan dia segera bernegosiasi harga dengan asisten sang pasien. "Baik, saya boleh bertemu pasien untuk melakukan beberapa observasi terlebih dahulu?" ujar Mia pada mereka.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai meja pasien
Baca
+Pustaka
Dokter Cinta Pemikat Hati

Dokter Cinta Pemikat Hati

Membiarkan putranya berlalu sementara ia menggendong Marion masuk ke dalam dan menjaga gadis kecil itu layaknya cucunya sendiri. *** Jayme berlari tergesa menyusuri lorong rumah sakit, kemudian berhenti di meja front office. “Mohon informasinya mengenai pasien dengan nama Zanara Miller,” ucap Jayme, tak sabar, ketika tiba di meja informasi. Salah satu petugas kemudian memeriksa nama pasien seperti yang diminta oleh Jayme. “Pasien dengan nama Zanara Miller kini sudah berada di ruang perawatan, Dok. Di kamar nomor 32A,” ucap pegawai bagian informasi padanya.
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 246 kali sebagai meja pasien
Baca
+Pustaka
ARE YOU DONE, MY DEAR?

ARE YOU DONE, MY DEAR?

"Kamu disini ya, nenek mau bicara sebentar." Kenzi mengangguk lalu mengarahkan kursi roda di dekat tembok supaya tidak menghalangi orang lewat. Ia melihat sekitar ruangan, ada beberapa pasien dan keluarganya sedang duduk bersabar menunggu panggilan dari ruang pendaftaran. Mama Kinara dan dua dokter sedang berbincang di depan pintu kaca yang hanya bisa dilewati pegawai rumah sakit.
634.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 860 kali sebagai meja pasien
Baca
+Pustaka
SUMPAH PELAKOR

SUMPAH PELAKOR

jawab Haira sambil tersenyum, meski matanya tak bisa menyembunyikan rasa cemas. “Ima itu baik, ya. Tapi kamu jangan terlalu merepotkan dia.” “Nggak repot, Bu. Yoga juga senang sama Tante Ima.” Suara panggilan dari pengeras suara terdengar. “Pasien atas nama Ibu Mia Suryani, silakan masuk ke ruang 3.”
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai meja pasien
Baca
+Pustaka
Kembalinya Pangeran Yang Hilang

Kembalinya Pangeran Yang Hilang

Mulai dari AC, sebuah ruangan yang kemungkinan adalah kamar mandi, Bedside cabinet, kulkas, kursi tunggu, Overbed Table, meja TV, almari pakaian, dispenser, meja, sofabed, Smart TV 72", kasur Penunggu, telepon, ruang keluarga,1 set meja makan. Baru kali ini Jingga menyadari bahwa ada benda-benda tersebut di dalam sebuah ruangan perawatan pasien. Selama ini ia pikir di dalam ruangan pasien cuma ada kasur untuk pasien dan sebuah kursi plastik untuk seseorang yang menunggunya. Tetapi setelah melihat semua benda-benda mewah tersebut dengan mata kepalanya sendiri, sekarang ia tau kenapa semua orang harus menyiapkan uang yang sangat banyak untuk dirawat di Rumah Sakit Fedora.
1031.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 688 kali sebagai meja pasien
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status