Pembantu Rasa Nyonya
Tanpa membubuhkan apapun, wajahnya terlihat segar.
Aku menarik kedua ujung bibir untuk menunjukkan senyuman. Enggan aku berbagi tentang pesan Rangga. Namun, sikapku masih memantik pertanyaan lain.
“Kenapa kamu, Mel? Ada masalah?”
“Kelihatan?” ucapku sambil menunjuk wajah.
Dia tersenyum sambil meletakkan handuk basah ke wadah dari tempurung kepala. “Aku kan kenal kamu banget. Jadi aku tahu perubahan, walaupun itu sedikit.”