Terjerembap dalam Pelarian
Dia menurunkan pandangannya, mengembuskan napas tak beraturan.
“Ini salahku. Aku bersumpah, aku takkan membiarkanmu terluka lagi. Tidak sedikit pun.”
Lalu dia menyandarkan kepalanya di bahuku, tubuhnya sedikit gemetar.
Aku tertawa kecil, tak percaya.
“Lucu... Aku yang terluka, tapi kamulah yang hancur.”
Dia tidak menjawab, hanya mengeratkan pelukannya, mendekapku seolah rasa amanku juga bisa menenangkannya.