Samaran Terakhir
Versi Kosong: “Kalimat yang belum pernah ditulis. Kalimat yang hanya bisa lahir dari gabungan ingatan, rasa sakit, dan cinta.”
Narator Tertinggal mulai mendekat, menggoreskan kalimat-kalimat baru di udara. Setiap kata seperti menyedot cahaya dari sekitar. Ruang Pemisah Naskah mulai retak, seperti realitas itu sendiri menolak untuk dirombak begitu saja.
Adrian menggenggam pena miliknya yang kini berubah bentuk, menjadi pena bercahaya, dibuat dari semua momen yang ia alami sejak awal cerita.