Aster [Indonesia Ver.]
terang Green.
“Ya sudah, tunggu di sini dulu saja sebentar. Kebetulan di mobil saya juga tidak ada payung,” Langit memberi saran.
Green melihat ke luar jendela, benar yang dikatakan Langit, hujan turun dengan derasnya. Green bisa saja menerobos hujan, namun jarak tempuh menuju rumahnya masih cukup jauh. Jika ia memaksa menerobos, bisa dipastikan baju dan seluruh tubuhnya akan basah kuyup, belum lagi bagaimana jika nanti ia sakit sementara ada banyak hal yang harus ia lakukan esok hari. Lagi-lagi, Green pasrah dengan keadaan, ia memutuskan untuk menunggu sejenak sampai hujan sedikit reda, seperti yang dikatakan Langit.
Hot Chapters