Eratnya Pelukan Tuan Presdir Malam Itu
Dari nada suara Elvano, kalimatnya sebenarnya tidak terdengar seperti perintah, namun Acha tahu persis nada seperti itu juga jelas bukan permintaan yang mudah ditolak.
Seolah-olah, hanya bertanya sebagai formalitas, padahal tak bersedia sekalipun, ia tetap harus menurut kata Elvano.
“Kita perlu buat ringkasan dan strategi presentasi penawaran,” jelas Elvano, seakan sengaja menguatkan ajakannya barusan, “akan lebih cepat jika dikerjakan bersama.”
Tatapannya sekilas tertuju pada Acha. Senyumnya kecil, nyaris tak terlihat, namun entah kenapa Acha justru merasa kalimat barusan terasa seperti sedang berkata, ‘aku mengandalkanmu.’
Bab Populer