KEBANGKITAN PUTERA JAYANTARA
“Dan kuncinya ada pada napas. Napas adalah jembatan antara tubuhmu dan alam semesta. Sekarang, coba tarik napas perlahan melalui hidung. Bayangkan kau menarik udara yang segar, penuh cahaya mentari dan kesejukan tanah. Rasakan ia mengalir masuk, mengisi paru-parumu, lalu turun ke perutmu. Tahan sejenak, lalu hembuskan perlahan melalui mulut, bayangkan kau membuang segala rasa lelah, takut, dan pikiran yang kacau.”
Jaya mengikuti perintah itu. Awalnya ia merasa canggung. Ia sering menarik napas terlalu cepat, atau pikirannya melayang ke hal-hal lain—ingin tahu kapan ia bisa berlari lebih cepat, atau apakah ia bisa mengangkat batu besar hanya dengan satu tangan. Ia merasa pelatihan ini terlalu