Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SELALU DICAP MANDUL

SELALU DICAP MANDUL

ucapnya. Izza yang sedang menikmati sayur nangka muda dan sambel plus mendol (tempe dikepal lalu digoreng), mendadak menjadi sulit menelan makanan. Ia merasa tak mampu menikmati makanan buatan mertuanya. Izza merasa sangat malu. Yah, memang dia sedang dipermalukan. Oleh kakak ipar tertuanya.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai mulut terasa hambar
Baca
+Pustaka
Pembantu Kesayangan Mas Mantan

Pembantu Kesayangan Mas Mantan

Terkadang blur, terkadang putih seperti terkena cahaya ilahi dan berakhir dengan rasa sakit kepala karena memaksa untuk mengingat wajah mantan pacarnya. "Saya ambil mangganya ya, pak," izin Saras sekali lagi. "Hm." Pohon mangga tersebut ternyata tidak terlalu besar. Tingginya separuh kurang sedikit dari pohon kelapa. Batangnya sedikit berlumut. Mungkin karena sudah tumbuh sejak lama. Untungnya, lumut tersebut masih aman. Sebab lumut akan licin setelah dilalui oleh air. Saras pasti bisa menaklukan pohon mangga dengan besar tiga kali lipat tubuh Alpha.
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai mulut terasa hambar
Baca
+Pustaka
Merayu Kaisar Tua

Merayu Kaisar Tua

Matanya menyipit dan lidahnya yang sudah terbiasa merasakan rasa hambar, manis dan asin tiba tiba di hujani oleh rasa yang sangat kaya hingga membuatnya tertegun sejenak. Zhao Tian termenung menatap mangkuk kosong di depannya, perasaannya saat ini hampir sama dengan perasaan kasim Cao. Ia benar benar mengira mie nya sudah hilang padahal itu sudah habis dimakannya.
9.613.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 512 kali sebagai mulut terasa hambar
Baca
+Pustaka
Kode Prosa Aisha

Kode Prosa Aisha

“Ada penilaian lain?” “Hem,” Heru mengingat, “macam asal rasanya, ya? Mangga, melon, nanas, kurma, anggur, cabe, stroberi, madu, lemon, jahe, garam, gula, nipis. Sifatnya lima rasa. Tekstur rasa lembut, hangat, lumer, pokoknya kalem.” Filan beralih perhatian ke luar ruangan, memandang mobil MVP hitam yang membelakangi mini van abu-abu—berhenti di halaman.
9.82.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai mulut terasa hambar
Baca
+Pustaka
Silakan Menikah Lagi, Mas!

Silakan Menikah Lagi, Mas!

Pasalnya, sang suami entah di mana keberadaannya. “Selamat pagi, Bu Niha,” sapa Dokter Parlan saat visit, membuyarkan lamunan Niha. Wanita itu tersenyum. “Pagi, Dok.” “Ada keluhan apa lagi?” “Saya agak bingung. Kenapa semua masakan terasa hambar dan hidung saya tidak bisa mencium bau apa pun,” jawab Niha. Dokter yang rambutnya sudah beruban tersebut manggut-manggut.
1064.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai mulut terasa hambar
Baca
+Pustaka
DARI KELAPARAN MENUJU KEKUASAAN

DARI KELAPARAN MENUJU KEKUASAAN

Suara dari sistem pun terdengar 4 kali. "Baru juga nyari tapu sudah dapat 4 jamur aja, sekarang tinggal kurang 6 untuk melunasi hutang bu Siti". "Lebih baik kita berpencar aja kak, untuk mencari jamur-jamur atau tumbuhan lain yang bisa dimakan disini, dengan begitu kita lebih cepat dari pada kita terus bersama". "Hmm baiklah, kalau gitu jangan jauh-jauh, takutnya ada binatang liar disini.
671 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai mulut terasa hambar
Baca
+Pustaka
Kehidupan Edo yang Menakjubkan

Kehidupan Edo yang Menakjubkan

kata Helena sambil menuangkan semua sarapan yang dibeli Sharlina. Aku merasa sangat sedih. Meskipun makanan itu hanya makanan biasa dan tampak sederhana, sebenarnya makanan tersebut sangat mengenyangkan. Memakan sarang burung dan teripang tidak membuatku kenyang. Jumlahnya terlalu sedikit, jadi aku masih merasa tidak nyaman. Namun, gerakan Helena sangat cepat. Saat aku ingin menghentikannya, itu sudah terlambat.
9.41.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30.8K kali sebagai mulut terasa hambar
Baca
+Pustaka
Pangeran Langit Mencari Cinta

Pangeran Langit Mencari Cinta

Makanan di mangkukku sedikit demi sedikit langsung berpindah ke dalam perutku. “Bagaimana, makanan buatanku enak, kan?” tanya Nari. Aku terdiam sejenak. Menatap pengawalku secara bergantian. “Rasanya kurang enak,” jawabku kemudian. “Apa katamu?” “Rasanya hambar dan tidak ada daging sama sekali,” jawabku lagi. Brak! Nari memukul meja dengan keras. Membuat kami terkesiap.
108.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai mulut terasa hambar
Baca
+Pustaka
Perangkap Cinta Sang CEO

Perangkap Cinta Sang CEO

Efek kejadian tadi siang belum sepenuhnya hilang. "Aku sudah lama tidak makan Roti Bagel. Rasanya tidak sama dengan buatanmu, Mommy," gumam Malikha lirih lalu mengigit lagi rotinya. Malikha kehilangan selera makannya dan hanya sanggup menghabiskan setengah saja dari rotinya. Ia lalu menatap langit dan mencari-cari bintang jika saja langit cerah.
8.823.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 794 kali sebagai mulut terasa hambar
Baca
+Pustaka
Suami Wasiat Kakek

Suami Wasiat Kakek

Matcha yang biasanya sangat nikmat itu sangat hambar. “Kenapa gak dimakan?” tanya Rafka pada Katarina. “Hambar sekali, aneh rasanya aku tidak suka,” jawab Katarina lirih. Rafka dengan pelan mencicipi makanan Katarina, baginya rasanya normal seperti biasa. Ia hanya mengulas senyum tipis pada Katarina. “Ini enak loh, Sayang. Yakin gak mau dihabiskan?” tanya Rafka menggoda.
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 336 kali sebagai mulut terasa hambar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status