DEAR RANIA
Rakha memulai kembali ceramahnya.
"Iya, Pak Ustadz,"
Rakha jadi tertawa.
"Buat gue, sahabat itu adalah sosok yang memiliki peran penting dalam hidup. Apalagi sahabat kayak Fatimah. Tapi sayangnya, gue nggak bisa menemukan sahabat macam Fatimah di Jakarta, sampai akhirnya gue bertemu sama Cassie..." Rania menggantung kalimatnya. Air matanya kembali menetes. "Semalem, gue mimpi buruk, Kha... Gue mimpiin Cassie,"