MENIKAHI PRIA BURUK RUPA
Lelaki berhidung mancung itu menggenggam erat tanganku dan kubiarkan saja, tidak seperti saat jalan bersama Arka, tiap kali ia mau memegang tangan ini, sudah pasti aku berusaha menghindarinya meski ia berjanji akan menikahiku.
Lelaki yang sering dipanggil si buruk rupa oleh Kak Sitha itu memang sering datang ke warungku, tetapi sekalipun belum pernah mengendarai mobil. Ia selalu naik motor yang suaranya sungguh membuat telinga mau pecah. Ya, aku sudah tahu ia datang meski belum melihat orangnya karena suara motornya memang khas.
"Terserah kamu lah, Ji. Sebenarnya Papa nggak suka kamu mengendarai si pitung itu, bikin pusing," kata Pak Aditya.
Hot Chapters