Kehidupan Setelah Perpisahan
“Aku tahu, Ma. Tapi kadang doa itu nggak cukup kalau nasib nggak berubah. Aku cuma ingin mulai dari awal, hidup baru, dengan nama baru juga. Rasanya seperti terjebak dalam bayang-bayang masa lalu yang tak kunjung pergi.”
Dinda memiringkan kepala, berusaha memahami perasaan kakaknya. “Tapi, Mas, bukannya yang penting bukan namanya, tapi orangnya? Kalau Mas Danang terus yakin sial, ya hidup juga akan terasa sial terus. Mungkin yang perlu diubah bukan namamu, tapi cara pandangmu.”
Hot Chapters