Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kakakku Yang Berengsek

Kakakku Yang Berengsek

kata Deian dengan nada suara dibuat jijik. Rexi hanya mengangkat kedua bahunya secara bersamaan sebagai respon, dia juga tak tahu dengan dirinya sendiri, mengapa dia ingin saja berteman dengan Renata yang nyatanya dia tahu sendiri kalau Renata adalah perempuan nakal dan penuh sifat negatif. "Kita udah mau berangkat nih?" tanya Deian. "Ya iya lah! Ngapain pakai laporan segala, sih?!" tanya Rexi kesal.
9.77.7K viewsCompletedAdded to Library 269 Times as nenek-nenek seram
Read
+Library
Cinta Untuk Rumah Terakhir

Cinta Untuk Rumah Terakhir

Mereka sedang berkumpul di ruang tamu Afi, setelah pagi-pagi Sani mengundang mereka untuk membahas hal mendesak. "Apa benar dek Afi dan dek Asha ini punya hubungan?" tanya nenek itu spontan, membuat keduanya hanya saling pandang tanpa memberi jawaban. "Baiklah, di usia kalian, perihal asmara memang suatu hal yang tidak bisa dielakkan." Sambung nenek, yang kini mendekati Asha, menyentuh telapak tangan gadis itu, mengusap rambut. Asha mengenal nenek itu, namun tidak tahu dengan maksud kedatangannya di pagi hari. Beliau adalah Nenek Jamiyah, tetua di Desa Bojongsari yang menganut paham kejawen. Keberadaannya sangat dihormati dan sering dimintai nasehat, bahkan para pejabat pun sering berkonsult
2.2K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as nenek-nenek seram
Read
+Library
Pengantin Samudera

Pengantin Samudera

’ ‘Kenapa ia memberi makan samudra? Irawati tidak tahan lagi dengan semua tanda tanya yang mengganggunya, ia segera berjalan mendekati wanita tua itu. Ia menarik nafas dalam dan mulai memberanikan diri menanyakan hal yang sudah seminggu ini membuatnya penasaran dengan kegiatan wanita tua ini. “Permisi Nek, apa yang sedang nenek lakukan?” Wanita tua bernama Suminah itu menatap tajam ke arah Irawati, tatapan yang membuat Bulu kuduknya berdiri. Dari tatapan itu Irawati tahu bahwa wanita itu tidak suka di ganggu.
109.1K viewsCompletedAdded to Library 309 Times as nenek-nenek seram
Read
+Library
TEMAN SEKAMAR

TEMAN SEKAMAR

Sebuah senyum manis mengembang di wajahnya. “Ibu… aku kangen sekali padamu dan adik-adik…” kata Rissa lagi sambil memeluk Suster Hua dalam dekapan tangannya. Risa bisa mencium samar-samar bau minyak gosok dari aroma tubuh ibu angkatnya ini. “Anak bodoh, baru juga sebentar.” Balas Suster Hua sambil terkekeh lucu. Agnes sudah dewasa tapi kadang ia masih suka bersikap kekanakan seperti yang dilakukannya sekarang.
9.88.8K viewsOngoingAdded to Library 280 Times as nenek-nenek seram
Read
+Library
Renjana

Renjana

katanya lagi seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Semenjak hari itu segalanya tentang dia berbeda, sepertinya aku dan Adit selalu bertemu, namun aku masih belum tahu, apakah dia sudah tahu kalau aku adalah Rena yang suka neror dia selama ini atau tidak? Adit ternyata satu kelas dengan Dito, mereka jurusan patiseri atau pembuat kue yang terdengar seperti “segerombolan orang dengan celemek warna pink dan suka masak” Dari hal itu kupikir patiseri hanya ada cewek dan kalaupun ada cowok pasti cowoknya kecewek-cewekan (mengerti?), yah, semacam cowok tapi feminin gitu (loh??), tapi itu ga sepenuhnya bener, nyatanya cowok-cowok di patisserie ku akui lebih ganteng daripada yang ada di 3 p
103.2K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as nenek-nenek seram
Read
+Library
Melahirkan Anak Iblis

Melahirkan Anak Iblis

Di alam mimpi, Marissa bertemu dengan neneknya Samuel yang bernama Nek Jati. "Salam kenal, Nek Jati. Saya Marissa," ucap Marissa memperkenalkan diri. Tidak ada raut wajah ramah di wajah Nek Jati. Keriput di wajahnya membuat wajahnya terlihat semakin tidak ramah. Ia membalas, "Ada apa kamu menemuiku?"
107.6K viewsCompletedAdded to Library 236 Times as nenek-nenek seram
Read
+Library
Neraka untuk Adik Madu

Neraka untuk Adik Madu

"Terus gimana dong, Mas?" Aku menatap ke segala penjuru arah. Jalanan terlihat begitu sepi. Mungkin karena hari sudah semakin malam. Sorot mataku langsung tertuju pada teras rumah yang ada di seberang jalan. Aku tahu betul, penghuni rumah itu hanyalah seorang nenek-nenek. Hidup sebatang kara. Jika aku meletakkan bayi itu di sana dan ketahuan, tak mungkin jika nenek-nenek itu akan mengejarku.
1030.8K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as nenek-nenek seram
Read
+Library
KEMBARAN DEWA PERANG

KEMBARAN DEWA PERANG

Di tengah kerumunan ras iblis, sebuah suara muncul, "berani sekali kau menghabisi para kesayangan baruku..? " Seorang ras iblis berwarna merah, dengan kedua gigi tajam yang panjang dan mata yang sangat besar berjalan dan keluar dari kerumunan. Dia adalah Cecar, salah satu kepercayaan dari iblis merah. "Oh ternyata Cecar," tanpa rasa takut Luhan kembali berkata, "bukankah aku sudah pernah bilang jangan mengganggu dunia yang aku jaga, dan kalian masih saja merusak dunia yang aku jaga."
101.7K viewsOn holdAdded to Library 56 Times as nenek-nenek seram
Read
+Library
Perlindungan Nenek Sepanjang Masa

Perlindungan Nenek Sepanjang Masa

“Felix, kamu paling tahu apa artinya itu bagiku!” Itu adalah kenang-kenangan terakhir yang ditinggalkan nenek untukku di dunia ini, selain rumah tua itu! Mendengar tuntutanku, tatapan Felix tampak ragu sejenak. Tapi, dia segera menggeleng tegas, “Kamu salah lihat, itu bukan berlian nenekmu.” “Aku nggak mungkin salah lihat, itu milik nenekku, selalu disimpan bersama gelang emas!”
4.0K viewsCompletedAdded to Library 118 Times as nenek-nenek seram
Read
+Library
Bus Penyelamat

Bus Penyelamat

Saat kotak kecil itu telah dibuka, terlihatlah ada beberapa helai kalung yang berwarna hitam, sepertinya kalung-kalung itu terbuat dari kain. Nenek tua itu segera mengambil tiga helai kalung tersebut, dan kemudian mengenakkan salah satu kalung itu di lehernya. Sindi yang merasa heran dengan tingkah laku Nenek tua itu tidak bisa menolak, dia hanya berpura-pura tersenyum dan memasang wajah yang bahagia. Tiba-tiba masuklah pria tadi yang memeluk nenek tua itu, dan kemudian ikut duduk tepat di sebelah mereka berdua. Setelah itu, Nenek tua itu kemudian berbicara pada Sindi dengan bahasa desa Serampeh, sehingga membuat Sindi menjadi bingung dan tidak bisa memahaminya. Melihat Sindi yang bingung, p
107.1K viewsCompletedAdded to Library 190 Times as nenek-nenek seram
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status