KEPINCUT CINTA IDOLA
“Nona memperhatikan udangnya terus-menerus. Saya perhatikan cukup lama, nona tidak kunjung mengambil dan mengupasnya. Jadi saya pikir, nona sedang malas mengotori tangan. Makanya saya bantu.”
Nami menggeleng kencang,”Mas Dirga salah paham. Saya nggak lagi liatin udang, tapi lagi ngelamun.”
Samudra tertawa nyaring. Suara tawa yang terdengar macam decitan kain pel di kaca yang lembab sangat membangkitkan suasana hati Nami.
“Apa yang nona lamunkan?”
Nami merasa bicara dengan pria yang datang dari zaman kemerdekaan. Namun entah mengapa, bahasa baku seorang Samudra Dirgantara terdengar renyah untuknya.
인기 회차