Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Tak Ingin Menjadi Yang Kedua.

Aku Tak Ingin Menjadi Yang Kedua.

Nisa meremas dadanya. "Berusahalah, Bu. Masih banyak laki-laki singgle yang mau menerima ibu guru secantik Ibu." Emran tersenyum penuh pesona. "Masa ada yang mau sama jahe," ujar Nisa. Emran mengernyit. "Jahe?" "Janda Herang!" "Istilah apa itu?" lagi tanda tanya bersarang di kepala Emran. "Cari di kamus Bahasa Sunda, Pak."
1025.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 757 kali sebagai ngaganggu bahasa sunda lemes
Baca
+Pustaka
LEMBUR TENGAH MALAM

LEMBUR TENGAH MALAM

Abang ojek itu harus membangunkannya dengan lembut, membisikkan, “Mbak, sudah sampai.” Gracya mengusap matanya, terkejut mendapati abang ojek yang tersenyum di depannya ternyata cukup tampan. Sebelum ia sempat mengucapkan terima kasih, abang itu hanya berkata, “Hati-hati, Mbak. Kayaknya mau hujan, jangan lupa jemurannya diangkat ya.”
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai ngaganggu bahasa sunda lemes
Baca
+Pustaka
Cutie Bodyguard

Cutie Bodyguard

"Dia nggak mau jawab teleponku. Di-chat pun, cuma dibaca dan nggak dibalas." "Abang memang pundungan." "Artinya?" "Perajuk." Naysila mengulum senyuman. "Aku harus belajar bahasa Sunda. Abangmu kadang nyerocos aja. Nggak peduli aku ngerti atau nggak dia ngomong apa." "Yang sabar, ya, Kak. Abangku memang unik." "Iya. Aku memang tengah menguatkan hati untuk menerima keajaibannya itu."
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai ngaganggu bahasa sunda lemes
Baca
+Pustaka
My ThesShit (Indonesian)

My ThesShit (Indonesian)

Bilang aja mau mampir pake basa-basi. Memang dasar Jayden tamu tidak tahu diri. Sudahlah menumpang berteduh, malah main tebak-tebakan. Katanya, "makanan apa yang enak dimakan saat hujan deras?" Dengan polosnya Emily menjawab, "Indomie rasa soto spesial." "Wah! Iya, Tan. Pinter. Pantas Felicia pintar, keturunan tante rupanya. Jadi ada gak Tan Indomienya?"
1013.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 386 kali sebagai ngaganggu bahasa sunda lemes
Baca
+Pustaka
Cinta Pertamaku, Suami Orang

Cinta Pertamaku, Suami Orang

jawab Nisa singkat, dan kini pandangannya pun tidak lagi pada kaca jendela kereta, kini pandangan Nisa pada lawan bicara yang ada di hadapannya itu. “Aki juga mau pulang ke karangantu dari Jakarta,” ucapnya lagi menyebut dirinya sebagai ‘aki’ yang artinya adalah lelaki tua dalam bahasa Sunda. Lalu tanpa disangka, keduanya pun larut dalam obrolan ringan. Nisa hanya mendengarkan saja dengan seksama, yang sesekali menimpalinya dengan tersenyum, sebagai tanda penghormatan bagi lelaki tua itu.
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai ngaganggu bahasa sunda lemes
Baca
+Pustaka
Diantar Ke Rumahku

Diantar Ke Rumahku

“Orang-orang itu, pakai bahasa apa sebenarnya? Dari tadi kudengar-dengar, tapi tak bisa juga kutebak.” Dengan ujung matanya, Nantulang menunjuk pada beberapa orang yang juga sedang duduk-duduk di dekat mereka. “Bahasa Madura, Eda,” jawab Mama kepada Iparnya, si Nantulang. “Eee taheee, itulah rupanya. Pantas tak bisa kumengerti. Kalau Bahasa Jawa, ada sedikit kutahu, karena tetangga si Tongam-Paramanmu yang di Jambi- orang Jawa. Kalau Bahasa Madura, baru inilah kudengar,” kata Nantulang sambil mengangguk-angguk. Dia lalu mencuri-curi lihat, seperti apa wajah orang-orang Madura tersebut.
107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai ngaganggu bahasa sunda lemes
Baca
+Pustaka
MENGAPA CINTA MENYAPA

MENGAPA CINTA MENYAPA

"Wai a yu samai, nah?" Rania menaikkan alis mata. Ia sama sekali tak menangkap artinya. Yang ia tahu, akhiran kata 'nah' itu semacam 'sih' atau 'lho' atau 'euy' dalam bahasa Sunda. Tak memiliki arti dan hanya sekedar kebiasaan. Sepertinya bahasa Inggris yang diucapkan orang Indonesia masih lebih jelas dibandingkan jika diucapkan orang Thailand! Di luar dugaan, Verdi ternyata mengerti apa yang diucapkan orang itu.
7.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 229 kali sebagai ngaganggu bahasa sunda lemes
Baca
+Pustaka
Kau yang Diantaranya

Kau yang Diantaranya

(Selamat malam, dengan siapa ini? Di dimensi yang lain, sosok itu menjawab pada Aiza yang dapat melihatnya. "Wengi. Aya naon kadieu? Kuring teu ngaganggu." (Malam. Ada apa ke sini? Saya tidak mengganggu.) "Muhun leres, mung kenging caritaan ti nu nuju damel didieu, saurna sepuh sok ningalikeun. Leres kitu?" (Iya benar, tapi katanya dapat cerita dari yang sedang kerja di sini, katanya 'sepuh = seseorang yang dituakan/yang dihormati' suka memperhatikan. Benar begitu?)
8.55.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai ngaganggu bahasa sunda lemes
Baca
+Pustaka
DIOFANO

DIOFANO

“Najong, ambekan.” “Yakan aku emang ambekan sih, kalau nggak gitu aku mati dong.” Jimmy ngakak, “bukan jawa, Na. Tapi sunda artinya napas.” “Berarti kamu salah server, soalnya aku orang jawa nggak tahu bahasa sunda.” Semakin panas tubir antara Anna dan Jimmy saudara. “Heh, dah ah” Salia menengahi, dia cuma diam tadi. Duduk didepan anteng belajar materi hari ini. Tapi gara – gara Anna dan Jimmy tubir acara belajarnya jadi terusik.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai ngaganggu bahasa sunda lemes
Baca
+Pustaka
Kelana Penyintas Waktu

Kelana Penyintas Waktu

Lanjutkan! Chandra Kamandaka : Aku ngebayangin, Mas Ben langsung melotot. Martin Ragnala : Mas Bryan ngumpat pakai bahasa Tagalog. Theodore Liem : Mas Ivan menggerutu dalam bahasa Jawa. Freddy Hanafi : Kang Ian nyerocos dalam bahasa Sunda. Sambil mendelik pula. Andra Kastara : Heru nggak marah, tapi langsung main tebas pakai parang.
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai ngaganggu bahasa sunda lemes
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status