Tergoda Pesona Ibu Mertua
jawab Pak Herdi, lalu pergi.
Di dalam apartemen, kami mulai membereskan barang. Apartemen Mama Siska terasa hangat, setelah di tinggal beberapa hari ini. Kami membongkar koper, menata suvenir di sudut ruang tamu. Lukisan kecil bertema penari Kecak dari Ubud kami gantung di dinding, sementara kain batik dan cangkir keramik kami letakkan di rak. Gelang perak dan tas anyaman milik Nayla kami simpan di kamarnya, di atas ranjang, supaya dia bisa menatanya sendiri nanti.
Setelah selesai, kami duduk di sofa, kelelahan menyerang. “Ma, apartemen ini kok rasanya sepi tanpa Nayla ya,” kataku, memandang sekeliling.