Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tersesat

Tersesat

ucapnya putus asa. Abu Ahmad langsung menghubungi Tamara, oleh Tamara disambungkan ke Banuwati. Setelah berbicara dengan Banuwati, Abu Ahmad terlihat putus asa. Dia terlihat sangat bingung dan berfikir keras. Sejenak kemudian dia berdiri dan meletakkan telapak tangannya di atas kepala Nay, "ala rash mangal Ahmad, ana maraha ati ente syukul ila hasssal syukul zain."(1)
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai novel asma nadia sakinah bersamamu
Baca
+Pustaka
Menahanmu Bersamaku, Nona

Menahanmu Bersamaku, Nona

"Baik, Nyonya." Cassandra telah keluar dari rumah sakit, ia mendatangi kediaman Kennand lagi. Ia berharap kali ini ia bertemu dengan Kennand dalam keadaan yang jauh lebih tenang. "Apakah Kennand ada di dalam?" tanya Cassandra pada Adam. "Tuan ada di kamarnya." Setelah mendengar jawaban dari Adam, Cassandra pergi ke kamar Kennand yang terletak di lantai dua. Ketika ia membuka kamar, hal yang pertama ia temui adalah kegelapan dan bau asap rokok yang menyengat.
9.958.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai novel asma nadia sakinah bersamamu
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Maulya argiya diyanti
good story alur tertata walaupun singkat dan padat.walaupun alur konflik tidak trllu d jlskan namun scra keseluruhan puas dlm mmbca ny.author shrus ny sprti ini dlm menntukan part tdk neko² pnjang lebar sampai bribu² part(numn tdk ada yng jls alur ny)jg tdk menyiksa readers dlm hal mmblu koin.
Wedding Siswoyo
Bagusnya gak bertele", tokohnya arch pintar, sampe akhir pinteerrr, teges gak tau" lemot, krna sering" cerita dipanjangin gak tamat" jadi blundeerr trus tokoh yg asalnya kereenn, pinteerr jadi lemot, good job ......
Baca Semua Ulasan
Bintang untuk Angkasa

Bintang untuk Angkasa

Intan meletakkan kantong plastik itu di atas nakas, "Gue tau lo lebih tertarik sama novel dari pada buah, makanya gue sengaja beliin novel Asma Nadia yang terbaru," ucap Intan. Aku terkekeh, "Lo emang sahabat yang pengertian, deh." "Eits, jangan salah! Gue juga ikut patungan beli novel best seller itu. Jadi gue juga harus dapat pujian itu juga," sahut Galang.
9.870.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai novel asma nadia sakinah bersamamu
Baca
+Pustaka
(Un)fortunately, You are my DESTINY !

(Un)fortunately, You are my DESTINY !

Suara dokter Ridwan membuyarkan lamunan Alya. “Oh, eh.. iya dok. Saat sakit memang kulit Nadine pucat dan agak membiru samar dok.” Jelas Alya. “Dokter Ridwan mengangguk. “Apa Nadine juga sering sesak nafas belakangan ini Al?” Tanya dokter Ridwan lagi. “Iya dok. Dari kecil malahan.Nadine kalau keleahan sering demam yang diiringi dengan sesak nafas. Ibu bilang itu asma.”
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai novel asma nadia sakinah bersamamu
Baca
+Pustaka
Cinta Sejati Suamiku

Cinta Sejati Suamiku

Pria itu berlari ke dapur; mengambil air putih hangat untuk istrinya. "Ini, Ma, minum dulu! Papa ambilkan obat semprot Mama dulu di kamar." Setelah memastikan istrinya minum air hangat, Pak Mus berjalan cepat ke kamar untuk mengambil inhealer untuk istrinya. Bu Nadia memang memiliki riwayat sakit asma, sehingga ia tidak bisa stres sedikit saja. Jika stres, maka napasnya akan sesak dan semalaman wanita itu akan berkeringat.
1039.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 797 kali sebagai novel asma nadia sakinah bersamamu
Baca
+Pustaka
Cinta yang Tak Diundang

Cinta yang Tak Diundang

Tanpa sadar lengkungan tipis pun terlukis menambah nilai estetis di wajah cantiknya. "Mungkin Fiisis tidak bisa mendapatkan tas Chanel edisi terbatas yang menjadi incarannya bulan ini, Dad. Dia sengaja berlaga murung untuk mendapat suntikan dana darimu," celetuk Daniel asal, bocah sepuluh tahun yang saat ini masih duduk di bangku kelas empat sekolah dasar. Dia adalah si bungsu dari pasangan Reno Vinandra dan Hara Finanda. Serta satu-satunya adik Fidella yang paling menyebalkan di muka bumi ini, tetapi gadis itu tetap menyayanginya.
1013.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 429 kali sebagai novel asma nadia sakinah bersamamu
Baca
+Pustaka
Pelayan Cantik Tuan Arogan

Pelayan Cantik Tuan Arogan

Ia menangis dalam diam, di ruang kecil itu, seperti seseorang yang tidak tahu harus berpegangan pada apa lagi. "Apa aku cukup penting untuk diperjuangkan?" Ia tidak tahu jawabannya. saat ini , ia merasa sendirian. Sementara itu, di luar toilet ... Nadia berjalan dengan santai ke ruang meeting kecil, di mana kotak makan tadi masih tertinggal. Ia membuka ponsel, membuka aplikasi catatan lama, dan membaca ulang satu puisi yang pernah dikirim Gian bertahun-tahun lalu. Judulnya: Langit Amsterdam.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai novel asma nadia sakinah bersamamu
Baca
+Pustaka
Pagi Baru Tanpa Dirimu

Pagi Baru Tanpa Dirimu

"Jessica, aku yang buang acar itu. Kalau kamu keberatan, hadapi aku." Kak Yoga juga ikut tidak senang. "Cuma sebotol acar lama. Apa perlu dibesar-besarkan sampai kayak begini? Sekarang semua orang jadi nggak enak hati." Sandy pun mengernyit tidak sabar. "Vivian itu lulusan biologi. Dia jelas lebih paham soal ini. Masa niat baik orang malah nggak dihargai?"
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai novel asma nadia sakinah bersamamu
Baca
+Pustaka
ASAL KAU BAHAGIA

ASAL KAU BAHAGIA

Setelah menarik napas panjang dan mengembuskannya perlahan, Nayla merasa siap untuk bertemu Farid Atqan Al-Amar. * Air keran di wastafel terdengar mengalir saat Nayla berjalan menghampiri Farid. Ada beberapa buah dalam wadah yang sedang lelaki itu cuci. Kompor di sampingnya tampak menyala, tetapi belum terlihat asap apa pun dari panci kecil di atasnya. Nayla berdeham untuk memberi tanda kehadirannya. “Sudah selesai mandi, Nay?” Farid menyahut tanpa menoleh. “Ada bajuku yang bisa kamu pakai?”
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai novel asma nadia sakinah bersamamu
Baca
+Pustaka
Diasuh Bos Besar

Diasuh Bos Besar

Nadia ikutan kesal. “Kamu sudah dibodohinya, Nad!” Kesal Andika dengan nafas memburu. Dengan cepat Nadia meraih novel yang dipegang Andika, lalu melihatnya dan membaca judulnya. “Berandalan Sekolah.” Tangannya kemudian membuka novel tersebut. “Alisa Wahid.” Ucapnya lirih. “Siapa? Si penjual gorengan?” Laura mendekat. Ikutan nimbrung membaca.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai novel asma nadia sakinah bersamamu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status