Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
 CINTA DI BALIK BENCI

CINTA DI BALIK BENCI

Lalu ia berpikir tentang Raka, tentang kenangan-kenangan mereka yang tidak bisa ia lupakan. "Aku harus membuat keputusan," gumam Lia pada dirinya sendiri. Tetapi keputusan itu terasa seperti memanjat gunung yang curam, dengan semua emosi dan keraguan yang menghalangi jalannya. Baik, saya akan melanjutkan Bab 79 dengan penulisan showing yang lebih panjang. Berikut lanjutan dari cerita tersebut:
101.9K viewsCompletedAdded to Library 61 Times as novel babalik pikir
Read
+Library
Rahasia di Balik Senyuman

Rahasia di Balik Senyuman

Balasan singkat, tetapi pikirannya penuh dengan hal-hal yang mulai menyatu dalam pola yang semakin jelas. Haikal mengirim pesan lagi. "Ya sudah, lain kali kita sambung lagi. Aku mau nerusin pekerjaan dulu." Almira menarik nafas dalam sebelum mengetik balasan. "Oke! Makasih udah ngasih tahu." Tak lama, balasan terakhir dari Haikal muncul. "Sama-sama." Disertai emoji senyum yang terasa lebih seperti simbol kepastian daripada sekadar kesopanan.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as novel babalik pikir
Read
+Library
Kisah di Balik Waktu

Kisah di Balik Waktu

Bukannya percaya, mereka justru menertawakan Kezia. "Kenapa? Apa pemecatan mu waktu itu, membuat otakmu bermasalah? Sehingga kau bicara jadi rada-rada," ujar Nita sambil menyilangkan dua jari telunjuk di jidatnya. Biasa lambang itu menandakan kalau yang sedang dibicarakan memiliki masalah dengan otak, gangguan jiwa. "Kau jangan bicara sembarangan! Ingat, Tristan itu merupakan cucu bungsu keluarga Ludwig! Kau tahu sendiri kan, sebesar apa perusahaan Ludwig?" bisik Lena mengingatkan sahabatnya.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as novel babalik pikir
Read
+Library
Antara Iba dan Curiga

Antara Iba dan Curiga

Namun, tidak ada yang mencurigakan di sana. Dengan napas berat, Kael akhirnya berbalik dan masuk kembali ke dalam rumah. Namun, di balik sikap dinginnya, ada sesuatu yang mengganggu pikirannya—sesuatu yang membuatnya merasa terancam. ----------
924 viewsOngoingAdded to Library 26 Times as novel babalik pikir
Read
+Library
Ibuku Bukan Wanita Biasa

Ibuku Bukan Wanita Biasa

Seru Dika, "apa yang akan kau lakukan? Apa kau hanya akan berdiam diri seperti orang bermeditasi?" Randu bergeming. "Randuuuuuuu!" Dika merengek, menggoyang-goyangkan lengan Randu. "Berhenti merengek dan bantu aku berpikir." Dika melenguh, "Aku sudah muak berpikir." "Kau pelajar, sudah seharusnya otakmu digunakan untuk berpikir." Randu nyinyir. Dika mencebik, "Bagaimana sekarang?"
109.0K viewsCompletedAdded to Library 305 Times as novel babalik pikir
Read
+Library
Di Balik Hujan

Di Balik Hujan

jawab Ibu. “Iya, Bu … kalau nanti aku sudah besar, aku ingin punya banyak sekali teman, tapi aku tidak ingin menjadi seperti bintang ataupun pelangi.” Ibu terkejut mendengar perkataanku. Memandang wajahku dengan tatapan bingung, Ibu bertanya, “Bintang ‘kan baik, mengapa kamu tidak ingin menjadi seperti bintang, sayang?” “Aku ingin menjadi seperti hujan, Bu,” Kataku tersenyum pada Ibu.
108.1K viewsOn holdAdded to Library 218 Times as novel babalik pikir
Read
+Library
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

Menu malam ini serba bakaran, seperti ikan bakar, ayam bakar, udang bakar, sosis bakar dan lain-lain. Aku mengambil beberapa sosis dan udang bakar. Tak lupa juga mengambil minuman untukku dan Nina. “Enak ya Ris, kalau tiap minggu diadain acara begini,” kata Nina setelah aku duduk dan memberikan minuman miliknya. “Itu sih mau nya kamu,” cibir Asep salah satu karyawan toko. “Kan lumayan, makan gratis,” jawab Nina sewot. “Iya, nanti bos Ian jadi bangkrut gara-gara kamu makannya banyak,” celetukku membuat semua yang mendengar tertawa.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as novel babalik pikir
Read
+Library
Rahasia Nara

Rahasia Nara

Sementara aku terdiam sambil memikirkan apa yang dikatakan cewek berwajah polos tadi. “Skandal jilid pertama?” Kalimat itu terngiang tak henti-hentinya di dalam pikiran. *** Aku berjalan dengan langkah perlahan menuju toko buku. Santai dan tanpa beban. Karena kupikir, tak bakalan ada yang mampir sampai nanti siang. Jadi, lebih baik menghemat tenaga untuk menulis naskah baru untuk novel yang berniat kulahirkan akhir tahun ini. Namun, ternyata perkiraan ini meleset total.
1.0K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as novel babalik pikir
Read
+Library
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

"Tapi aku memakannya hidup-hidup. Apa itu artinya aku makhluk Kanibal." "Ya." "Benarkan? Huaa ...." Zeus mengeluh,"Bukan. Kau bukan makhluk kanibal." "Tapi aku memakan kelinci itu hidup-hidup, Yang Mulia." "Diamlah. Kau membuat kepalaku pusing."
1092.9K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as novel babalik pikir
Read
+Library
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

“Mungkin bukan jauh, Kang. Tapi kita yang jarang mendekat. Kitab itu bicara dengan simbol, dengan bahasa yang kadang terlalu luas buat hati yang sempit. Padahal, tiap karya manusia—novel, film—sebenarnya hanya pecahan kecil dari samudra makna yang ada di kitab.” Asap rokok Panca melayang pelan. Ia tersenyum, kali ini lebih dalam. “Saya jadi ingat, Kang… waktu baca novel Akang, saya merasa kayak diajak mikir, tapi juga diajak berdoa. Padahal itu fiksi.”
1011.5K viewsCompletedAdded to Library 390 Times as novel babalik pikir
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status