Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

Teriaknya dengan lantang. "Paham pak!" Kelas pun dimulai, suasana di dalam ruangan itu tampak hening.Tak ada satu orangpun yang berani mengeluarkan suara dari mulutnya. Jessy yang biasanya selalu membuat keramaian di dalam kelas pun kini mulutnya sudah terkunci rapat rapat. Kunci itu seakan-akan hilang dan iya tak berani mencari kunci itu untuk membuka mulutnya yang tergembok.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai nyanyi sunyi seorang bisu
Baca
+Pustaka
Pagi Baru Tanpa Dirimu

Pagi Baru Tanpa Dirimu

"Ini Kak Yoga. Masakan supnya luar biasa enak!" "Kalau ini, Aldi, seorang seniman!" "Yang ini Sandy. Lumayan tampan, tapi paling suka ngerjain orang!" Begitu Vivian selesai bicara, semua orang langsung tertawa. Kak Yoga berpura-pura kesal. "Vivian pilih kasih. Kok masih sempat promosiin dia begitu?" Vivian langsung menggembungkan pipinya lalu berlari menghampiri mereka untuk bercanda dan bermain bersama.
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai nyanyi sunyi seorang bisu
Baca
+Pustaka
SUSUK TERATAI PUTIH

SUSUK TERATAI PUTIH

Cermin kecil di atas meja rias bergetar, lalu jatuh dengan suara pecah yang keras. Seruni tertawa—tawa menyeramkan yang sama sekali bukan miliknya. “Hahaha! Lihat! Kalian tak bisa melawanku! Seruni sudah jadi milikku!” Bu Nyai Ambar terkejut, tapi cepat-cepat memejamkan mata. Bibirnya bergetar pelan, ikut membaca doa dalam hati. Kyai Ibrahim semakin menguatkan suaranya. “Allahu laa ilaaha illa huwa al-hayyul qayyuum...”
9.750.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai nyanyi sunyi seorang bisu
Baca
+Pustaka
Suami Miskinku Ternyata Konglomerat

Suami Miskinku Ternyata Konglomerat

Mas Andi tiba-tiba mengerutkan dahinya, aku lupa pasti dia cemburu, segera ku lanjutkan ucapanku. “Tapi, Aku tidak akan suka dengan dia. Dia itu mas, sini aku bisikin,” ucapku lagi meminta mas Andi mendekatkan telinganya dekat mulutku. Dia mengangkat mata dan alisnya seolah bertanya kenapa, lalu menunduk . Kini telinganya tepat dekat mulutku, dengan kedua tangan meutup di atara mulut kanan dan kiri sembari berbicara agar tidak ada suara yang keluar sedikitpun. “ Dia itu bisu.”
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai nyanyi sunyi seorang bisu
Baca
+Pustaka
Nyonya Satu Miliar

Nyonya Satu Miliar

Danau itu dikelilingi oleh hutan yang lebat, hewan-hewan di sana pun beragam. "Nama danau ini adalah, eternal memories." Suara berat itu membuat Khania terlonjak kaget, dia pun sontak menolehkan wajah. "Siron?" Pria itu tersenyum lembut. "Bagaimana kabarmu, Khania?" ***
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai nyanyi sunyi seorang bisu
Baca
+Pustaka
Bus Penyelamat

Bus Penyelamat

Ternyata dia tidak bisa melihat apa pun selain dari pada malam yang kelam. Selang beberapa menit kemudian, ternyata suara itu masih juga belum berakhir. Jika didengar baik-baik, suara itu terdengar seperti suara seorang wanita yang sedang bernyanyi. Suaranya sungguh begitu merdu, sepertinya ia sedang menyanyikan sebuah lagu daerah dengan bahasa yang tidak mampu ia pahami. Indah sekali, entah mengapa Sindi menjadi hanyut ke dalam bait-bait lagu yang tidak pernah ia pahami tersebut.
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 262 kali sebagai nyanyi sunyi seorang bisu
Baca
+Pustaka
SUN TO YOUR NIGHT

SUN TO YOUR NIGHT

Sun menatapnya dengan raut tak paham. “Dan kau pikir hanya dengan bersuara, kau akan membuat suasana menjadi sangat ramai?” Noah tak menjawab, tapi dengan hanya menatap matanya saja Sun sudah tahu apa jawabannya. “Aku belum pernah bertemu dengan orang yang sangat sunyi sepertimu.” “Karena itulah kita bertemu,” ujar Noah tanpa mengalihkan tatapannya. Sun mengerut bingung. “Maksudmu?”
1017.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 542 kali sebagai nyanyi sunyi seorang bisu
Baca
+Pustaka
Kesendirian

Kesendirian

Cuaca hari ini cerah dan awan kelihatan tidak mendung, aku senang karena cuacanya baik. Di kosan tidak ada teman buat mengobrol, jika aku merasa bosan hanya mama yang bisa tempat curhat ku dan Ribka juga. Setelah masak aku lanjutkan rebahan saja, aku mulai mengantuk. Akhirnya aku bisa tidur siang di cuaca yang cerah seperti ini. Aku mulai lelah dan istirahat sebentar saja dan aku bangun pukul 03:00 sore, segera membereskan kosan dan duduk santai sambil membaca novel karangan ‘Tere Liye.’
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai nyanyi sunyi seorang bisu
Baca
+Pustaka
Tanpa Restu

Tanpa Restu

" Kamu tau tidak? Permen kapas itu menggambarkan dirimu " Aku terdiam heran, menggambarkan aku? Maksudnya? " Rasa manis dalam permen kapas membuat orang tersenyum, maka jika kamu tersenyum dan menunjukan wajah manismu, orang lain akan tersenyum pula " Apa aku manis? Perkataannya membuatku tersipu malu, pipiku memerah. *** Pov: Ditengah ramainya pasar malam Yanti dan Kaila berdampingan sambil melihat-lihat, lalu secara tak sengaja Yanti melihat kakaknya dengan seorang laki-laki.
4.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai nyanyi sunyi seorang bisu
Baca
+Pustaka
Suamiku Duda Bisu

Suamiku Duda Bisu

Ia menatap lelaki di hadapannya dengan mata membesar. Ia tidak salah dengar. Suara itu memang berasal dari lelaki yang sejak awal ia yakini bisu. “Eh? Bu-bukannya kamu... bisu?” Lelaki itu tersenyum tipis. “Namaku Kairan Narel Ardana,” katanya lagi. “Dan aku nggak bisu.” BERSAMBUNG ***
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai nyanyi sunyi seorang bisu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status