Love Me, Sersan!
Laki-laki itu menunduk, mengusap pipiku yang tadi lebam.
"Kalau ditekan, ya, masih sedikit sakit."
"Tadi sudah diobati?"
"Sudah dikompres dengan es."
"Ya, sudah. Tidak apa-apa. Besok juga sembuh."
"Kalau tanda lebamnya tidak hilang bagaimana, Mas?" Aku mengangkat kepala, menatap padanya.
"Pasti hilang. Tidak usah khawatir."
"Kalau tidak hilang, pipiku akan belang. Apa, Mas, akan tetap mencintaiku?" Aku menatap laki-laki itu serius.
Hot Chapters