Mayat di Atas Ranjang
Potongan kaki, tangan, otak, dan entah organ apa lagi yang ada di hadapannya itu bergerak sendiri, dan seperti kepingan puzzle, mereka saling mengisi satu sama lain, sampai akhirnya terbentuk satu wujud manusia yang utuh.
“Setiap kali manusia-manusia itu hancur, tubuh mereka akan menyatu kembali, kecuali manusia tadi yang tiba-tiba saja meleleh sampai habis, dia tidak akan kembali sebab waktunya hidup memang sudah selesai.”
“Terus, ke mana dia pergi?” Nurlaila bertanya penasaran.
“Entah sorga atau neraka, tidak ada yang tahu. Mereka yang sudah pergi dari dunia ini, tidak ada yang bisa kembali untuk menceritakan pengalamannya.” Ki Gendeng menjawab lirih.
Bab Populer