Mr. Airlangga
Kami sudah berada di dalam mobil lagi, Pak Suharyono masih kelihatan segar, entah berapa cangkir kopi yang dia habiskan di warung tadi.
“Mbak lagi nyari wangsit yah di candi Bajang ratu, kok ke sana malam-malam?”
“E hem.” Aku merespon pertanyaan Pak Suharyono ambigu. Ada benarnya juga tentang wangsit, kami, lebih tepatnya Mr. Airlangga sedang mencari petunjuk bagaimana bisa pulang ke kampungnya. Aku jadi penasaran, sebagai seorang Pangeran bagaimana kehidupan sehari-hari dia. Bangun tidur, sarapan mungkin, seperti orang normal, lalu bisa jadi dilanjut latihan panah memanah atau perang-perangan. Sangat berbeda tentunya dengan orang jaman sekarang yang bangun tidur langsung lengket dengan hand
Hot Chapters