Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Papaku Masih Perjaka

Papaku Masih Perjaka

“Apa tidak ada makanan lain, ah … maksudku yang tidak pedas.” Gama menatap menu makanan di warung tenda yang Sabrina pilih. Semua nama menu serba ditambah kata ‘setan’ dan ‘iblis’ di belakang, menunjukkan bahwa makanan yang dijual di sana pasti sangat pedas. “Pilih saja yang paling tidak pedas, ini!” tunjuk Sabrina ke tulisan menu dengan kata ‘baby’ di belakangnya.
1037.3K viewsCompletedAdded to Library 968 Times as pap di warung
Read
+Library
Pembalasan Sang Dokter Jenius

Pembalasan Sang Dokter Jenius

“Pekerjaan saya sebelumnya di desa hanya serabutan. Dan sekarang, saya sedang membantu di warung makan milik keluarga angkat saya.” “Oh ya? Warung makan apa itu?” tanya Bu Dian, kini percakapan itu terasa lebih seperti obrolan ringan daripada wawancara. “Warteg Sedap Rasa, Bu. Di gang dekat sini. Milik Ibu Wati.” Jawaban terakhir itu seolah menjadi penutup yang sempurna.
1021.2K viewsCompletedAdded to Library 486 Times as pap di warung
Read
+Library
Pacarku Anak Teknik, Otaknya Dipake Buat Ngegombal

Pacarku Anak Teknik, Otaknya Dipake Buat Ngegombal

Tapi sebelum itu, Dika menyerahkan sebuah gitar yang terbungkus wadah atau sarung tas gendong. “Ish, nyusahin!” Tapi tetap saja, Citra menggendong tas gitar tersebut di belakang punggungnya. Warung kopi yang dimaksud Dika ternyata warung kayu sederhana, setengah permanen, dengan spanduk “Kopi Kang Ayi - Kopi, Kolot, Konsisten”. Tempat itu nggak mewah, tapi punya daya tarik tersendiri, ada colokan di tiap meja, dan Wi-Fi yang walaupun lemot, cukup buat buka P*******t tanpa maki-maki.
822 viewsOngoingAdded to Library 26 Times as pap di warung
Read
+Library
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

Dan mengangkatnya satu persatu ke depan warung, serta membukanya satu persatu dan kembali duduk di kasur kecil di pinggir warung. “Kalau mau ambil, ambil aja, mohon maaf aku tidak bisa membuatkan kalian kopi dan sejenisnya, bahkan dupa dan kembang tujuh rupa yang sering kalian minta tidak bisa aku berikan, karena kondisi warung kini tampak hancur dan aku tidak bisa memberikan hal itu kepada kalian semua. ” Aku sedikit ketus dan berteriak dengan lantang agar suaraku terdengar oleh makhluk yang mungkin saja akan muncul ke arah warung.
10126.5K viewsCompletedAdded to Library 4.2K Times as pap di warung
Show Reviews (35)
Read
+Library
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
mizall works
weleh itu udah 70an aja gem vote nya, kirain bakal bisa nyalip ke nomor 1 dengan cepat wkwkwk. sukses terus kang berkarya. salam dari kami di batam main" atuh kesini mungkin bisa dapat referensi novel baru haha
Read All Reviews
Warungku Ditutup Jin

Warungku Ditutup Jin

Saat aku hendak duduk di dalam warung tetiba ponselku berdering, "Bang Andi nggak jualan lagi? Kenapa sepi dan gelap malah terlihat kayak tanah kosong yang banyak ditumbuhi tanaman liar dipagari gitu. Dari tadi juga lama nyampai sini, bingung kok nggak nemu-nemu warungnya. Keblabasan sampai kuburan yang mau ke arah Komplek Perumahan Dosen Jati. Padahal udah jauh-jauh nyampai sini pengen banget makan nasi gorengnya Abang," keluh Mas Hendi pelanggan setiaku dengan panjang lebar.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 155 Times as pap di warung
Read
+Library
Mabuk Janda

Mabuk Janda

Aku melongok ke depan warung dimana ada banyak truk-truk serupa yang menjual hasil pertanian. Namun, ada yang unik dari tempat warung tersebut. Ada sebuah televisi tabung tertempel di dinding dan menayangkan video orkes dangdut disertai liriknya. Terlihat seorang bapak-bapak yang sedang bernyanyi dengan suara sumbangnya itu. "Kopi saja, Pak," sahut Aku tanpa menoleh ke arahnya. Bapak tadi lantas memanggil penjaga warung untuk memesan.
9.9209.1K viewsCompletedAdded to Library 5.6K Times as pap di warung
Read
+Library
Antara Kau, Aku & Papimu

Antara Kau, Aku & Papimu

Kemudian, Tiara dengan kepanikannya mencercah pertanyaan putranya. “Siapa yang mengantar Papimu?” tanya Tiara melihat Herlambang dalam keadaan mabuk dengan mata terpejam. “Er...! Siapa yang tadi antar Papimu? Apa dia bersama wanita lain?” kembali Tiara bertanya dalam gusar. “Er sendiri nggak tau.., Mam...!” ucap dengan kesal dan Erlangga pun ngeloyor pergi ke kamarnya.
9.781.1K viewsCompletedAdded to Library 2.9K Times as pap di warung
Show Reviews (24)
Read
+Library
Parikesit70
Terima Kasih untuk Pembaca Setia Parikesit70 yang udah ikut sampai ke sini.. Terharu... dan sulit utk diungkapkan dgn kata-kata. Apalah arti cerita ini tanpa dukungan dari kakak semua Love You All Sekebon yaa.........️...... ...️LOVE...LOVE...LOVE...️
Pepermints
duh baru bisa baca kak, kemaren sakit dan harus dikurangi hpnya .......padahal udah kangen bgt sama erlangga........ love love pokoknya.. maksih ya kak.. semangat terus nulisnya.. jangan lupa istrhat.. .........
Read All Reviews
Kuhancurkan Suamiku dan Gundiknya

Kuhancurkan Suamiku dan Gundiknya

David diam di motor saat mereka berhenti di sebuah angkringan pinggir jalan. Memang di ruang tertutup dan di jendelanya kacanya ada tulisan Warteg. Pria itu terperangah, terlihat bingung harus mengatakan apa. Dalam hatinya berkata dan bertanya-tanya apakah makanan ini yakin higienis atau tidak. "Loh, kenapa diam saja? Ayo turun!"
9.7257.9K viewsOngoingAdded to Library 5.2K Times as pap di warung
Read
+Library
Sang KAISAR PRODEO

Sang KAISAR PRODEO

Akhirnya malah mereka semua termasuk Panjul dan Tablo, yang berada di warung saling bertukar kontak dengan Bara. "Baik Bang Madi. Saya sudah selesai ngopinya plus 2 gorengan pisangnya. Jadi berapa semuanya ya Bang..?" tanya Bara pada sang pemilik warung. "Kopi susu sama gorengan 2, delapan ribu rupiah Bang Bara," sahut Madi. "Kalau gitu sisanya sekalian buat bayar pesanan Bang Panjul dan Bang Tablo ya, Bang Madi," ucap Bara seraya mengangsurkan uang 100 ribu pada Madi.
1035.8K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as pap di warung
Read
+Library
Sang PENEMBUS Batas

Sang PENEMBUS Batas

' maki bathin Elang, sebal. "Duh Tuan, warung baru saja buka. Dan mereka juga masih makan Tuan. Nanti siangan saja ya Tuan," sahut si ibu warung, yang bernama mbok Diyem itu. "Hei! Perempuan Tua! Jangan ta ... ta-war menawar dengan kami," seruan si baju merah agak terbata dan melemah. Saat mata jalangnya terbentur pada jidat mulus dan licin milik gadis berbaju hijau, yang tengah asik makan di dalam warung.
9.963.9K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as pap di warung
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status