Selubung Memori
“Ew, siapa yang sudah merusak pondok ini?”
“Kau tidak ikut pesta?”
“Kalau ikut, aku bakal merusak suasananya. Ayo.” Dia menyeret tanganku lagi. “Aku benci ruangan berantakan. Kita bicara di kolam.”
Aku tidak tahu mana yang dia maksud kolam, tetapi saat dia membuka pintu geser ruangan yang mengarah ke luar, aku tahu kalau kami memang ada di lokasi yang begitu damai. Pepohonan pinus lebat tampak mengelilingi pondok, dan kami ada di sisi paling kanan. Aku terhenti, memandangi sekitar—betapa suasana yang terasa jauh berbeda dari yang pernah kutemui. Maksudku, saat itu angin berembus, menimbulkan suara ketika dahan bergoyang, dan kusadari betapa sejuknya tempat ini—bukan dingin, tetapi sejuk yang
Bab Populer