Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Cintaku Tak Menuntutmu untuk Pulang

Cintaku Tak Menuntutmu untuk Pulang

“Bawalah aku pergi.” Baru saja Keira selesai berbicara, dia melihat sendiri bagaimana tubuhnya perlahan-lahan menjadi transparan. Dia mengangkat tangannya dan melihat bagaimana arwahnya yang transparan berangsur-angsur menghilang. Dari tangan, kaki, hingga seluruh tubuhnya. Pada akhirnya, dia sepenuhnya sirna. Tepat sebelum Keira sepenuhnya sirna, dia memandang ke kejauhan dan menyunggingkan seulas senyum. “Paman, selamat tinggal.”
930.4K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as pergi tanpa pamit
Read
+Library
Setelah Aku Pergi

Setelah Aku Pergi

Tangan kirinya menggenggam boarding pass yang mulai lembab karena keringat. “Lupain. Lo cuma perlu lupain,” gumamnya, nyaris tak terdengar oleh siapa pun. Tapi tentu saja, melupakan bukan perkara sesederhana menaruh nama seseorang ke dalam kotak dan menguncinya rapat-rapat.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as pergi tanpa pamit
Read
+Library
Paman, Bawa Aku Pergi

Paman, Bawa Aku Pergi

Menciptakan bukti belanja sebelum Gusti melacaknya lebih jauh. "Aku harus pergi sekarang, Fan. Doakan aku. Malam ini aku akan bicara padanya,” ucap Anya, berlinang air mata. Setelah berpelukan lama. Anya meninggalkan Fani. Sengaja tidak keluar bersama. Seolah pertemuan tadi, tidak disengaja. ***
806 viewsOngoingAdded to Library 24 Times as pergi tanpa pamit
Read
+Library
Nikah Tanpa Undangan

Nikah Tanpa Undangan

"Lain kali jangan terlalu memaksakan diri, anak gadis nggak bagus pulang terlalu larut." "I-iya pak, terimakasih, kalau begitu saya permisi pamit pulang dulu." Jawab Kayla dengan sopan dan langsung meninggalkan tempat itu. "Tut Tut Tut nomor yang anda tuju sedang berada diluar jangkauan, cobalah beberapa saat lagi." Berulang kali Kayla mendengar kalimat itu, namun ia tak juga menyerah, menunggu seseorang mengangkat panggilannya.
1.7K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as pergi tanpa pamit
Read
+Library
Bersama Tanpa Terpaksa

Bersama Tanpa Terpaksa

Wanita itu menyodorkan kertas itu yang telah tertulis nomor ponsel. "Saya tidak suka pakai kondom." Wanita itu tertawa. "Oke, apa pun itu aku tunggu." Wanita itu mengedipkan matanya sekali lagi lalu keluar. Keenan menghela napas. Bersyukur tidak ada pelanggan lain. Karena jika ada orang lain, wanita itu akan sengaja berlama-lama. Mengucap kata-kata vulgar tanpa sensor tanpa rasa canggung, membuat seakan-akan Keenan juga pemain.
4.1K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as pergi tanpa pamit
Read
+Library
PERSETAN!

PERSETAN!

“Hmm… apa boleh buat Indri, karena kamu memaksa.” Aku tercengang. Kini muncul persoalan baru. Bagaimana mungkin kami langsung berangkat tanpa restu papi mami. Bagaimana caranya kami mengemas barang lalu pamit? Apakah pergi begitu saja tanpa menghiraukan papi mami yang melihat kami berangkat? Itu sangat tidak mungkin!
103.4K viewsOngoingAdded to Library 105 Times as pergi tanpa pamit
Read
+Library
TIDAK ADA NAMAKU

TIDAK ADA NAMAKU

TIDAK ADA NAMAKU (Aku Tidak Terdaftar di Acara Piknik RT) "Saya tidak akan mengajukan pertanyaan mau atau tidak atas keinginan saya tersebut pada kamu, Siti. Tapi saya mohon, beri kesempatan untuk Aarav mengenal kamu lebih." "Maaf, Pak. Saya belum ada keinginan membuka hati untuk pria manapun. Saat ini mau fokus kerja, membahagiakan anak dan juga orang tua."
108.8K viewsCompletedAdded to Library 306 Times as pergi tanpa pamit
Read
+Library
Kuminta Mahar 5 Milyar dari Calon Suamiku yang Sombong

Kuminta Mahar 5 Milyar dari Calon Suamiku yang Sombong

Padahal baru beberapa detik dia meninggalkan kami. "Hahahahah, rasakan! Makanya, kalau mau berkendara itu, baca doa dulu. Kalau ada orang di dekatmu permisi atau mengucap salam. Ini main langsung pergi aja. Nggak ada sopan santunnya. Akhirnya kan kuwalat!" teriak Sinta, lalu tertawa terbahak-bahak. Aku juga tak bisa menahan tawa melihat keadaan Turmi yang memprihatinkan.
1040.5K viewsOngoingAdded to Library 1.1K Times as pergi tanpa pamit
Read
+Library
Sang Pendekar Naga Hitam

Sang Pendekar Naga Hitam

ujar Alikusuma. "Maafkan Aku karena pergi melarikan diri" sesal Satrio Wirang. "Tidak apa. Aku paham apa yang Kamu rasakan" ucap Alikusuma. "Tapi aku tetap merasa bersalah karena pergi tanpa pamit" ujar Satrio Wirang. "Sudah lupakan saja hal itu. Sebaiknya Kita bahas tentang Elangga" ujar Alikusuma.
9.670.6K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as pergi tanpa pamit
Read
+Library
Aku Juga Bisa Cantik, Nyonya.

Aku Juga Bisa Cantik, Nyonya.

Sebuah kehidupan, yang memalukan untuk diceritakan. "Wes, wes. Wes rampung pamite! Dari tadi tangis-tangisan, koyo sinetron wae! Ayo Pita! Cepet pamit sama tetangga sana! Nggak usah lama-lama!" ucap Bude Marni, galak. "Iya Bude." Puspita melangkah menuju rumah tetangga, hanya rumah terdekat saja yang dia datangi. Pamit pada satu rumah, dijamin satu kampung akan tahu semua, kalau dia pergi ke kota.
103.1K viewsCompletedAdded to Library 121 Times as pergi tanpa pamit
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status