Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Pergi, Mas

Aku Pergi, Mas

Dan perlakuan pahit yang diterimanya masih tergambar jelas untuk selalu dijadikan alasan agar tidak kembali jatuh pada lubang yang sama. . Di sisi lain, Ammar juga memilih pulang, tanpa menunggu acara berakhir. Untuk apa memaksa diri agar tetap tegar, sementara dalam keramaian pun jiwanya terasa hampa. Di jalan, Ammar berkendara dengan kecepatan tinggi. Tujuan ingin pulang, tapi, sudah lewat tengah malam, laki-laki itu masih berputar-putar di jalanan.
1018.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 540 kali sebagai pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Jangan Pergi, Istriku

Jangan Pergi, Istriku

Dengan bibir yang masih tersenyum, Erick bangkit. "Baiklah Dion, aku permisi dulu," pamit Erick sambil mengemasi kertas-kertas yang berada di atas meja. "Dan jangan lupa, satu jam lagi kita ada pertemuan dengan tuan Dalton," "Baiklah," sahut Dion. Setelah Erick berlalu, Vivian kembali mendekati Dion. "Sayang, batalkan saja pertemuanmu dengan tuan Dalton hari ini. Acara keluarga kita lebih penting," rayu Vivian.
4.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Without You [Indonesia]

Without You [Indonesia]

Jadi, dari pada ia akan gila sendiri nantinya, ia memutuskan pergi saja. "Nggak ada liburan, nggak ada apapun itu! Sip, bagus. Pacaran berasa kayak nggak pacaran gue." Gerutu Dinar kesal sambil beranjak dari sana. "Jangan lupa pulang nanti bareng!"
1033.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Kepergianku Membuatnya Gila

Kepergianku Membuatnya Gila

Dia semalaman meminta bantuan temannya di dalam negeri untuk menyelidiki kabarku lagi, tapi jawaban yang didapat tetap sama, "Data kependudukan sudah dihapus, status meninggal." Sedikit harapan yang baru saja menyala kembali hancur, dia hanya bisa mencurahkan seluruh energinya pada latihan balap untuk menutupi kekosongan di hatinya. Namun, dia tidak menyangka, dewa benar-benar mendengar doanya. Setelah menyelesaikan putaran ke-20, Vincent melepas helmnya. Begitu pandangannya kembali jelas, seluruh tubuhnya langsung membeku.
10.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 329 kali sebagai pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Sebelum Aku Pergi

Sebelum Aku Pergi

Sarapan croissant di taman dekat Notre-Dame 2. Beli sepeda tandem dan keliling Paris 3. Duduk di tepi Seine tanpa bicara, hanya menatap 4. Memotret ulang senyummu yang paling tulus 5. Menulis ulang kisah kita, tanpa luka Air matanya jatuh tanpa suara. Karena ia tahu—jika segalanya berjalan baik, jalan pulang itu akan selalu mengarah padanya.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
CINTA YANG DATANG TANPA ISYARAT

CINTA YANG DATANG TANPA ISYARAT

Dengan bayangan kamu yang duduk di halte, lalu menghilang seperti kabut pagi yang nggak sempat kusentuh. Aku bertanya ke ibumu, ke teman-teman sekolah, ke siapa pun yang mungkin tahu ke mana kamu pergi. Tapi semua bilang hal yang sama: Rakha butuh waktu. Rakha butuh ruang. Tapi Rakha bahkan nggak bilang selamat tinggal. Aruna berhenti membaca. Matanya berkaca.
955 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Bertemu Lagi Tanpa Tangis

Bertemu Lagi Tanpa Tangis

Manolia menatap kamar yang kosong, suaranya datar. "Nggak perlu, barang-barang ini nggak berguna lagi, buang saja. Aku akan segera pergi ke luar negeri, nggak akan kembali lagi." Pelayan terkejut, matanya menyingkap sedikit rasa heran. "Setelah Anda pergi, nggak akan kembali lagi?" Belum sempat dia selesai bicara, Wendrino mendorong pintu aula masuk.
32.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Jalan Tanpa Kembali

Jalan Tanpa Kembali

Setelah mendengar kesulitanku, dia hanya butuh setengah hari untuk menyelesaikan kontrak. Angin dingin menerpa wajahku. Aku baru menyadari kalau secara tak sadar aku membuka jendela mobil. Dulu, Safea tidak suka bau rokok, jadi aku selalu membuka jendela agar udara masuk. Tapi tidak lagi. Martin menatapku lewat kaca spion. "Nyonya, pergi ke mana selanjutnya?" "Bandara," jawabku sambil memadamkan puntung rokok. "Pesankan penerbangan tercepat ke Sixili."
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Dikira Konglomerat, Rupanya Melarat

Dikira Konglomerat, Rupanya Melarat

“Tiga kali apanya? Kita bahkan nggak nonton sekarang karena kamu punya banyak pertanyaan.” “Ah, iya. Aku sebentar lagi udah harus pulang.” “Lagi?” decit Ben tampak memberengut. Cantika memasang raut heran. “Apanya yang lagi?” “Kamu, lagi-lagi mau pergi begitu aja. Harus secepat ini?” “Aku tadi pergi nggak pamit sama sekali, karena siapa coba? Lagian sekarang udah malam.”
109.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 347 kali sebagai pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Lemari Mencari Tumbal

Lemari Mencari Tumbal

“Emm… Mereka tidak setiap hari ada disana non. Hanya hari-hari tertentu saja sih, hehe” “Yasudah pakde, tidak masalah. Yang penting kan, kita keluar, dari pada di rumah saja, bosen loh pakde.” “Hahaha… Yasudah, ayo kita keluar… Eh, tapi anda sudah pamit kepada Eyang kan non? Nanti, saya yang dimarahi oleh Eyang kakung dan Eyang putri karena membawa anda tanpa izin.” “Sudah pakde, pakde tidak perlu khawatir soal itu, hahaha”
1010.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 347 kali sebagai pergi tanpa pamit
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status