Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva
“Nanti denga sendirinya kau akan memahami tujuan besarnya. Jika kau lelah, kau bisa berkata pada Pere untuk berhenti sejenak. Di beberapa muara langit, ada para ruh penjual bakso, gado-gado, dan kopi.”
“Ha, ha! Pere sangat pintar! Dia terus menulis sambil melesat.”
“Baik, akan kususun alur perjalanan mu dulu, Nyet, sebelum bertemu Beliau. Besok kita menuju bab lain. Maksudku, langit ke dua. Tunggu besok. Bermainlah dulu dengan Pere disitu. Aku akan bermain dengan lote dulu di sini, di ruangan karbon. Mereka sudah mulai mengerti bahasaku. Selamat beristirahat, Nyet. Jemput Meo di langit kedua. Orang-orang di langit kedua cukup bar-bar, erotis, dan vulgar, jadi kau harus kuat iman.”
ตอนยอดนิยม