Antara Cinta dan Luka
Bau tanah basah bercampur keringat massa, gorengan hangat dari pedagang pinggir jalan, dan hujan deras yang baru saja reda meninggalkan genangan berkilau.
Rian berdiri di tengah lapangan, kaus hitam polosnya basah kuyup menempel di kulit, gitar akustik di pangkuan dengan senar E yang licin tapi masih bernyanyi nyaring. Naya meringkuk di stroller Baby Rain, hoodie abu-abu Juilliard-nya meneteskan air, tangan gemetar memeluk perut kosong. Baby Rain, baru tiga hari lahir, terbaring di stroller itu—selimut putihnya basah setengah, mata hitam pekatnya terbuka lebar, menatap lautan manusia yang tak berujung. Lara, 15 tahun, berdiri di samping, kaus Tiga Suara-nya lengket, glitter di pipinya jatuh
Hot Chapters