Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
My Boss Behavior

My Boss Behavior

Api mengenai sumbu lilin aroma terapi dan seketika bersinar. "Wah, lihat-lihat! Apinya menyebar!" Netra Zara berkilauan lebar lagi. Warna jingga menyinarinya. Lalu, menutup lilin itu dengan gelas kaca. Sontak dia bercahaya lebih terang membuat Reon melebarkan matanya. Zara pun syok dengan aksinya. "Bersinar! Ini sungguhan bersinar! Waahh, apinya semakin panas di gelas kaca. Tapi karena ini api kecil, panasnya tidak akan melelehkan gelas kaca."
4.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
Raja Dunia Bela Diri!

Raja Dunia Bela Diri!

Di dalam tubuh Lin Tian, nyala lilin itu masih menyala, dengan untaian benang sutra emas melilit di sekelilingnya. Cahaya lilin itu laksana api jantung, seolah bersemayam di dalam pusat kesadarannya. Cahaya lilin tampak semakin redup. Panggilan dari dunia luar terdengar semakin lemah. Sosok-sosok di sekitarnya pun makin kabur. Apa aku benar-benar akan mati?
9.560.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
Dendam Arwah Bully

Dendam Arwah Bully

Tasya segera mengeserkan tubuhnya agar Farhan bisa melihat hasil gambarannya. "Sepertinya kamu salah menggambarkan polanya," ujar Farhan fokus pada pola. "Whusss …. Whusss .… Whusss … Whusss … Whusss …." Lilin semakin bertambah menyala. Total lilin yang menyala sudah sembilan lilin. Beberapa orang mencoba mendekat dan mencoba mematikan lilin. Mereka bisa membaca situasi. Bersambung ....
892 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
Dihamili CEO Koma

Dihamili CEO Koma

sahut Shania sambil menarik Zayden kembali ke kamarnya. Seluruh lilin yang bisa digunakan di vila telah ditaruh oleh Shania di kamarnya. Cahaya lilin yang mengelilingi tempat tidur memberikan sedikit sentuhan romantis. Saat mencium bau alkohol yang ringan di tubuh Zayden, Shania tahu bahwa Zayden sudah sedikit mabuk sehingga hatinya menjadi semakin bersemangat.
9.341.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
Mistake

Mistake

Thea memutar tubuhnya dan benar saja, sepanjang jalan yang dia lewati tadi, ternyata di sisi kiri dan kanan lorong ini banyak sekali lilin yang menyala. "Ya mapum sweet banget." puji Thea menutup mulutnya. Hingga dia pun berjalan memunggungi jalan ini, dan menatap Adriell yang tertawa disana. Sampai akhirnya Thea pun membalik badannya dan terkejut. Disana ada satu meja bulat dengan lilin di tengah meja itu. Di tambah lagi sekeliling meja ini juga ada banyak lilin yang menyala, membuat malam ini terlihat sangat romantis .
8.712.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 410 kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
Anak Siapa di Rahim Istriku?

Anak Siapa di Rahim Istriku?

Lily duduk bersila di lantai kamar Sebastian yang sempit, krayon berserakan di atas kasur tipis. Sinar matahari mulai masuk dari celah jendela kecil, jatuh tepat di atas kertas gambar mereka. Sebastian awalnya hanya menunjuk. “Tambahkan bayangan di sini.” “Kenapa?” “Biar nggak kelihatan datar.” Lily mengerutkan dahi, mencoba mengikuti.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
Bukan Istri Idaman

Bukan Istri Idaman

Mungkinkah Vina berada di sana? Aku semakin mempercepat langkahku sambil sesekali berputar. Aku takut jika ada orang yang berniat buruk sedang mengikuti karena di sini sangat sepi dan gelap. Setelah aku mendekati meja tersebut, tidak ada apa-apa. Hanya ada satu buah lilin yang menyala. Sebuah lampu hias yang berada di sisi kiri pun menyala. 'HAPPY BIRTHDAY, LILY'. Begitulah tulisannya. Ini pasti ulah Vina.
1012.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 366 kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
Terikat Kontrak Dengan Mafia : Pengantin Gendut

Terikat Kontrak Dengan Mafia : Pengantin Gendut

Alexandro membantuku dengan menarik bahuku, memposisikanku duduk bersila. Ia berjalan ke tempat tidur, mengambil sesuatu dari kotak. Lilin. Dan korek api. Aku menelan ludah. Ia menyalakan lilin, lalu berjalan kembali padaku. Ia duduk berlutut di depanku, lilin di tangannya. "Ini lilin khusus," katanya. "Titik leburnya rendah. Tidak akan membakar kulit. Tapi tetap terasa panas."
107.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Klan Phoenix

Kebangkitan Klan Phoenix

Hal terakhir yang dilihat Chen adalah Lila berdiri tegak menghadapi badai api, tangannya terangkat dalam posisi bertahan, cermin perak terakhirnya terbentuk di hadapannya. Lalu semuanya lenyap dalam pusaran cahaya. Bersambung
109.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 231 kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
Menjadi Tawanan Tuan Muda

Menjadi Tawanan Tuan Muda

Kalimat perlawanan Lila seolah menjadi bahan bakar bagi gairahnya yang liar. Di dalam kamar yang luas dengan pencahayaan minim itu, aroma maskulin Oliver yang bercampur dengan wangi musk terasa menyesakkan bagi Lila. Cahaya lampu tidur dan sinar matahari pagi yang temaram memberikan bayangan panjang yang mencekam di dinding, mempertegas posisi Oliver yang mengunci tubuh Lila di atas ranjang empuk.
1018.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 690 kali sebagai posisi lilin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status