Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kelir Getih (Layar Berdarah)

Kelir Getih (Layar Berdarah)

“K-Kombes… kami… kami bekerja untuk negara. Apa yang Anda lakukan ini… ini pengkhianatan!” “Pengkhianatan?” Wisnu tertawa kecil, tawa yang kering dan tajam. “Oh, Drajat. Anda salah. Kami adalah katalisator. Kami adalah racun yang memurnikan. Sengkuni (Walikota yang licik), Duryudana (Ketua Parlemen yang tamak), Karna (Pengusaha yang menghisap kekayaan alam), dan sekarang Bhisma (Jenderal Adipati yang memimpin korupsi di instansi ini)—mereka semua adalah bayangan kotor yang harus dibakar agar kelir bisa bersih kembali.”
962 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai puisi korupsi
Baca
+Pustaka
Ambisi Sang Penguasa

Ambisi Sang Penguasa

Beruntung uang yang diterima Luis murni penghasilan Josh bukan dari hasil jatah pekerjaan kotor. Thalia divonis dua tahun penjara karena terbukti ikut menikmati hasil uang korupsi. Ia mengaku tahu perbuatan Josh, tapi memilih pura-pura tidak tahu. Perhiasan mewah, pakaian-pakaian mahal, koleksi tas edisi terbatas, semua barang-barang bergengsi sengaja ditukar guna melakukan pencucian uang.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai puisi korupsi
Baca
+Pustaka
Obsesi Sang Penguasa

Obsesi Sang Penguasa

“Biarlah orang lain menyebut kita gila. Sebab mempertahankan milik kita selalu lebih berat daripada saat pertama kali kita mendapatkannya.” Ivanka hanya menyernyit. Rupanya, mereka berdua tidak ada yang waras. Otak mereka hanya dipenuhi oleh obsesi yang tidak pernah mengenal batas. Dan mungkin, hanya Ivanka yang memiliki otak waras sekarang. Atau mungkin, dia juga sebentar lagi akan ikut terkontaminasi? Kita tidak tahu, lihat saja nanti.
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai puisi korupsi
Baca
+Pustaka
NAYANIKA: Gadis Pengganti di Malam Pertama

NAYANIKA: Gadis Pengganti di Malam Pertama

Nayanika terdiam sambil melipat bibir dan Bumi yang akhirnya menyambung kata-kata Nayanika tadi. "Em, katanya, aku dengar dari kabar burung, ayah kamu masuk bui ya?? Kasus korupsi?" ucap Bumi dengan pelan-pelan, agar tidak menyakiti Nayanika. Tapi tetap saja, terdengar menyakitkan. Seperti sebuah aib saja. Karena kalau dipikir-pikir, kasus itu cukup memalukan. Dia adalah anak dari seorang koruptor. Orang yang mengambil hak milik orang lain dan bergelimang harta, dari apa yang bukan sepenuhnya milik sendiri. "Iya. Bukan kabar burung kok. Itu kenyataan. Ya tapi mau gimana lagi?? Papa, lagi menjalani hukumannya kan sekarang. Terus semua harta yang ada juga udah disita."
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai puisi korupsi
Baca
+Pustaka
Diasuh Bos Besar

Diasuh Bos Besar

Opini Tuan Malik yang tidak mau disamakan dengan penjahat. Otak Alisa mulai berkerja. “Tuan benar. Koruptor itu juga Penjahat. Tapi Penjahat masa kini.” “Kalau begitu, saya Koruptor dong!” “Apa Tuan seorang Koruptor? Kenapa korupsi?” “Suka-suka saya, memangnya tidak boleh bila mengkorupsi perusahaan sendiri?” “Memang tidak ada hukumnya, Tuan. Tapi kasihan pegawai Tuan. Nanti gaji mereka jadi sedikit.”
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai puisi korupsi
Baca
+Pustaka
GADIS POLOS MILIK CEO KEJAM

GADIS POLOS MILIK CEO KEJAM

“Kesalahan?” Richard menatap mata putrinya mata indah yang selalu penuh cahaya. Ia menelan ludah, sebelum akhirnya melanjutkan, “Papa telah melakukan korupsi di perusahaan seseorang.” Gadis itu terdiam sejenak, seolah mencoba memproses ucapan ayahnya. “Korupsi?” ulangnya dengan suara pelan. “Kayak di berita-berita itu? Yang ambil uang kantor diam-diam?
4.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai puisi korupsi
Baca
+Pustaka
Tukang Pijat Tampan

Tukang Pijat Tampan

Ia mengusap matanya dengan punggung tangan yang bebas; tangan satunya masih menggenggam erat tangan Adit. "Tapi pejabat itu kini dipenjara. Kena kasus korupsi. Dan semua bantuannya berhenti. Ya Tuhan... gini amat hidupku, Dit... aku juga kena karma pasti… sama istri pejabat itu… hidupku penuh dosa Dit… aku kotor… sangat kotor…. Hina…"
10599.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21.6K kali sebagai puisi korupsi
Baca
+Pustaka
Sang Pewaris yang Terbuang

Sang Pewaris yang Terbuang

Bab 012 : Tempat asing "Kai, apa kau yakin ini adalah tempat yang aman?" Tanya Terry. Ia mengedarkan matanya melihat sekeliling. Halaman bangunan itu nampak berantakan, dengan sampah dan dedaunan yang bersebaran. Sulur yang tumbuh subur di dinding, menjuntai di tiap sisi tembok. Cat tembok yang kusam dan mengelupas, serta rumput liar yang tumbuh tinggi, sekitar selutut.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai puisi korupsi
Baca
+Pustaka
Mantan Istri Yang Kuhina Jadi Nyonya

Mantan Istri Yang Kuhina Jadi Nyonya

aku pura-pura tak paham. "Ada yang korupsi uang perusahaan," jawab Pak Aldo. Jantungku makin berdegub tak karuan. "Anda terbukti menggelapkan uang perusahaan. Anda tinggal pilih mengembalikan semua uang yang Anda curi atau saya laporkan polisi!" Polisi? Ya Tuhan apa aku akan di penjara? Sudah baca jangan lupa tap love dan komen ya, jangan lupa dukung karya Author dengan subcrieb cerita ini agar karya Author mejeng di depan.😍😍
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 288 kali sebagai puisi korupsi
Baca
+Pustaka
Kubuat Mantan Suami Jatuh Miskin

Kubuat Mantan Suami Jatuh Miskin

Kehidupan mewahnya kini berubah drastis begitu saja. Tidak masalah pikirnya jika menjadi miskin, asalkan jangan menjadi narapidana yang terpenjara tak bisa melakukan apa pun. Sial, nasi sudah jadi bubur. Harusnya aku bernegosiasi dengan Raisha untuk menarik tuntutan. "Emang kasus Lo apa sampai masuk sini?" Salah satu napi bertanya pada Wiji. "Korupsi." "Weh, banyak uang, dong."
9.735.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 786 kali sebagai puisi korupsi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status