Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Inilah puisi yang akan ia bacakan di depan semua peserta lomba. [Terbangun aku di negeri asing tanpa peta, Di mana napas beraroma racun dan prasangka. Kulihat sepasang mata sehitam jelaga, Menatapku benci, sekaligus merengkuhku dari putus asa. Kau adalah rahasia yang dibawa angin senja, Lekas berubah arah, namun meninggalkan rindu yang begitu nyata....]
1014.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 402 kali sebagai puisi lembayung senja
Baca
+Pustaka
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Ia merapal lirih mantra kuno yang tertulis di serpihan Naskah Sanghyang Karesian: “Layung nu jadi jembatan, sang waktu nu ngadadarkeun rasa.” (Senja adalah jembatan, waktu yang menyingkap rasa.) Ketika kalimat terakhir keluar dari bibirnya, bumi di bawahnya bergetar halus. Udara berubah menjadi cahaya keperakan. Daun-daun berputar seperti tersedot pusaran lembut, lalu seketika, di hadapannya, kabut membentuk sosok yang ia kenal: Ratu Rahayu Pajajaran.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai puisi lembayung senja
Baca
+Pustaka
Sang Kupu-Kupu Malam

Sang Kupu-Kupu Malam

Part 15 Keesokan harinya, Elora terbangun dengan kepala yang berat dan perasaan campur aduk. Cahaya pagi yang masuk melalui jendela kecil ruangan tempat ia tidur terasa begitu asing. Matanya terpejam beberapa saat, mencoba mengingat apa yang telah terjadi. Segera, ingatan itu kembali—momen yang hangat, yang penuh dengan ketegangan dan perasaan yang tak terucapkan. Dan di balik semuanya, ada satu hal yang mengganggu pikirannya: apa arti dari malam itu?
913 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai puisi lembayung senja
Baca
+Pustaka
Menikah Dengan Duda

Menikah Dengan Duda

Dan yang tersisa dari kita hanyalah bahagia serta amin dari orang-orang yang turut mendoakan cinta kita. Sayang sekali itu hanya karya tulisan tangan di selembar kertas putih. Yang awalnya kosong kini telah bercampur dengan tinta hitam. Melukiskan suasana hati sang penulis; Alara Senja. Di mana netra hitamnya memandangi awan sore yang kelabu. Berarak mengikuti angin di sertai lukisan orange sebagai latar.
7.79.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 243 kali sebagai puisi lembayung senja
Baca
+Pustaka
Di Bawah Langit Senja

Di Bawah Langit Senja

Pernah kita lalui semua, jerit tangis, canda tawa Kini hanya untaian kata, hanya itulah yang aku punya Tidurlah, selamat malam, lupakan sajalah aku Mimpilah dalam tidurmu bersama bintang -Drive, “Bersama bintang” Matahari hampir tenggelam ketika Carine dan Ulfa keluar dari taman Maerakaca,
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai puisi lembayung senja
Baca
+Pustaka
Rindu Di Ujung Senja

Rindu Di Ujung Senja

Kenzo-pun berkata layaknya puisi. "Wah Kenzo, aku tidak menyangka, sajak puisimu begitu menyentuh jiwa." ejek Leon sambil tertawa. "Jaga dia, dia gadis yang baik. Jangan pernah sakiti dan kecewakan dia, bahkan sampai membuatnya menangis," kata Kenzo sambil mwmbaca bukunya.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai puisi lembayung senja
Baca
+Pustaka
CATATAN UNTUK SENJA

CATATAN UNTUK SENJA

Sekali pun Langit sahabat Senja, namun Devan tidak bisa merelakannya. "Langit, kita mau ke mana?" tanya Senja dengan langkah yang beriringan, mengikuti langkah Langit dari belakang. Ternyata, Langit membawa Senja ke ujung jembatan dermaga itu, supaya senja lebih leluasa melihat keindahan saat matahari akan tenggelam, dan menghilang ke permukaan laut. Langit meraih kedua tangan Senja, menatap bola matanya dalam. "Senja, yang aku lihat saat ini memang berbeda. Tapi, Senja yang aku punya akan tetap sama."
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai puisi lembayung senja
Baca
+Pustaka
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

“Kami tahu bagaimana rasanya kehilangan juga. Kami juga melihat Lembah Celing terbakar. Kami tahu rasa takut. Tapi rasa kami tak kalah sahihnya.” Beberapa orang dewasa tertunduk. Beberapa masih mencoba bersikap defensif. Kemudian, suara kecil memecah beban. “Aku ingin rumah dari daun,” kata Luma polos, “dan setiap orang boleh masuk ke situ.” Tawa kecil muncul. Lalu Bu Senja mengulurkan tangannya, mengambil tongkat batu. Dia menggenggamnya dengan hati-hati seolah-olah benda itu bisa pecah jika didekap terlalu erat.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai puisi lembayung senja
Baca
+Pustaka
Kasih Lembayung (Aku Akan Bertahan Semampuku)

Kasih Lembayung (Aku Akan Bertahan Semampuku)

"Kasih Lembayung ..." gumam Ilyas mengarah ke Sekar. "Iya, aku memberi nama Lembayung. Untuk mengingatkan diriku supaya berpikir seribu kali, saat dirayu seorang pria yang terlihat baik dan rupawan. Cukup sekali, hatiku sakit oleh seorang pria yang tinggal di komplek Lembayung blok C nomer 12."
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai puisi lembayung senja
Baca
+Pustaka
Tulang Rusuk

Tulang Rusuk

POV ZEa lanjutan dari bab sebelumnya Dear pohon cinta, "Kaulah nyala senja yang diam-diam mengupas warna segar kupu-kupu dan aku tumbuh seperti laut waktu memberiku air gairah atas hidup. Barangkali kesengsaraan itu telah menjadi matang dan sempurna. Namun ketahuilah, tak ada luka yang sembuh hanya dengan kalimat-kalimat kebijaksanaan.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai puisi lembayung senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status