Bayang Pedang Cahaya Bulan
"Dan aku tahu jarak kita ke Celah Bulan Sabit. Yang perlu kaupikirkan sekarang bukan apa yang mengejar kita, melainkan ke mana kita akan pergi."
Yue Chen menelan kembali kata-katanya dan kembali memacu langkah. Tangannya menyentuh sesuatu di balik jubah sang nenek, sebuah gulungan kain sutra yang dilipat hati-hati, diikat tali merah tua yang telah kusam. Tidak besar, tidak berat, namun hangat dengan cara aneh, seolah baru dilepaskan dari sumber panas yang bukan tubuh manusia. Semalam Yue Chen sempat menciumnya, dan tercium bau darah kering yang sangat tipis dan sangat lama, terselip di antara serat sutra, seperti kenangan yang menolak untuk hilang.
Itulah sebabnya seluruh pasukan kekaisaran