Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Pewaris

Sang Pewaris

Syukurlah. Seharian, aku tak bisa konsentrasi, tak satu pun pelajaran yang bisa diikuti, kata-kata Reza dan yang lainnya terus saja terngiang hingga bel tanda pelajaran usai berbunyi. Anak haram! Benarkah aku anak haram? *** “PUK!”
9.643.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 862 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
The Fallen Servants of Allah

The Fallen Servants of Allah

Saat adzan shubuh dikumandangkan lagi-lagi suasana menjadi tentram karena suara lantunan adzan yang dikumandangkan muadzin sangat merdu dengan nada adzan ala adzan madinah. Salah satu budaya yang ada di pondok pesantren ini adalah setelah adzan mereka biasa melantunkan sya'ir-sya'ir religi untuk mengisi waktu luang sebelum iqamah. Sya'ir yang kali mereka lantunkan adalah shalawat syifa. Hal ini dilakukan supaya para santri bisa menanamkan cinta shalawat kepada baginda Nabi Besar Muhammad shalallahu‘alaihi wassalam. Dan, tentu Aizha yang duduk di shaff perempuan pun mengikuti hal ini.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
ISTRIKU YANG MULAI MANDIRI

ISTRIKU YANG MULAI MANDIRI

POV Risfan ——— Kapan lagi kutulis untukmu Tulisan tulisan indahku yang dulu Pernah warnai dunia Puisi terindahku hanya untukmu Mungkinkah kau 'kan kembali lagi Menemaniku menulis lagi Kita arungi bersama Puisi terindahku hanya untuk...mu ——— Suara Malik sedang bernyanyi di iringi petikan gitar, membuatku dan Santo saling menoleh. Baru kali ini aku dan juga Santo mendengar suara Malik. Bagus juga ternyata suaranya.
9.647.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan

Halaman area pondok putri menjadi ramai di siang hari, para santriwati berbaris rapi untuk mengantri mendapatkan seporsi baso sapi. Sayyidah mengembangkan senyumnya saat satu persatu dari santri itu mengucap rasa syukur. “Syukron Mba Sayyidah,” ucap santriwati berseragam putih biru kepadanya. “Sama-sama,” balasnya dengan tersenyum simpul.
1032.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 909 kali sebagai puisi santri
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
Nona_happy
sayyidah bikin gereget, kadang ngeselin. thor, abbas gak mesti juga kale ke mall pake sararung, kasihan dia di cengin temen2nya sayyidah. tapi ya sudah lah, dasar anak pondok. lanjut ya thor, di tunggu up selanjutnya.
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Suamiku yang Perkasa

Suamiku yang Perkasa

Dia tahu dia akan mengejutkan semua orang jika dia menunjukkan bakatnya. Darryl tersenyum dan menatapnya. "Katakan padaku kenapa puisi itu bagus?” 'Ha ha! Puisi itu berjudul 'Pasir Murni Surgawi — Pikiran Musim Gugur' oleh Ma Zhiyuan, penyair besar dari Dinasti Yuan. Bagaimana bisa tidak menakjubkan?' pikir Darryl. Jewel memiringkan kepalanya sambil berpikir dan berkata, “Pokoknya, menurutku itu luar biasa! Puisi itu ditulis dengan indah."
8.57.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 259.2K kali sebagai puisi santri
Tampilkan Ulasan (2480)
Baca
+Pustaka
Natalie
Kok bisa yang istri2 Darryl setiap melahirkan bukanlah anak biologis Darryl dan selalu anak dari orang lain. Darryl kena Karma setelah menghamili Monica dan kena Karma. Sekarang Lady Denise istri melahirkan anak hasil perzinaan dengan pelayan. Alih2 dapat hadiah istri Lord Kenny sbg permintaan maaf.
Raka Abqary
blm jg kelar 1 msalah muncul 5 mslah scra brsmaan..jdinya bingung mw di bwa kmna arah tjuan crtanya.jg daril sprtinya gk prnh fokus sma tjuannya,ap dia pelupa atau teledor?trllu asyik sma dunia sndri,shingga mudah lupa sma ap yg hrs dia lkukan sblmnya.crtanya jg trllu mmberatkn daril,gk ad hri tnang
Baca Semua Ulasan
Cahaya Cinta di Langit Pesantren (Cinta dalam Balutan Doa 2)

Cahaya Cinta di Langit Pesantren (Cinta dalam Balutan Doa 2)

(Athar Farhad – Pesona Kang Ndalem) *** Para santri kembali ke kamar masing-masing setelah selesai mengaji kitab kuning bersama Afnan. Sore hari setelah mengaji biasanya digunakan santri putra untuk bermain bola di halaman. Ada yang sekedar bersantai di aula, perpustakaan atau pun di ruang serba guna untuk mengasah bakat. Biasanya di ruang serba guna mereka bebas menuangkan hobi lewat tulisan dan GAMBAR. Mereka bisa menuangkan ide tulisan dengan membuat kaligrafi atau menggambar pemandangan dengan seni lukis.
1017.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 414 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Cinta Panas Sang Penyamar

Cinta Panas Sang Penyamar

tanya Sisi tanpa menengok pada Daffi. “Kami sedang melihat santri sedang mengusir burung. “ "burung siapa?"
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

Membuat Anita hampir tak percaya. Perasaan Anita bercampur, antara bingung dan senang. Perubahan sikap Sagara masih saja membuatnya terkejut. “Em... Di sini saya mau membacakan sebuah puisi, karangan Pena Langit dengan judul Orang Asing. Maaf sebelumnya kalau bukan karya saya sendiri. Karena saya tidak pandai membuat puisi," terang Sagara sambil tersenyum canggung.
107.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Cerai pura pura

Cerai pura pura

Satu- satunya pelariannya. Ia membuka file naskah novel onlinenya yang berjudul "Lelaki yang Tak Pernah Pulang". Biasanya, ia menulis kisah romantis yang manis karena itulah yang laku di pasaran. Pembaca suka mimpi indah. Tapi malam ini, jari-jari Santi menari di atas keyboard dengan amarah.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
SURA, PANGERAN TERBUANG

SURA, PANGERAN TERBUANG

Pria Tua di Kuil Di antara para penjaga, seorang pria tua berwajah petak, bertubuh kekar, berjanggut dan berkumis putih—mengenakan jubah prajurit ungu dengan lis emas—berjalan sambil menggaruk hidung dengan jari kelingkingnya. Dalam hatinya ia menggerutu: "Dewi Chan Si akhir-akhir ini terlalu sensitif. Sejak kapan iblis naik tingkat kekuatannya? Yang ia sebut-sebut hanya tentang ‘kematian’. Benar-benar berlebihan…" "Sepuluh hari pembersihan besar, tiga hari pembersihan kecil… mana mungkin masih ada orang memaksa melihat ritual?" "Omong kosong…"
109.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 258 kali sebagai puisi santri
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status