Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
sayang salah orang

sayang salah orang

Melebur cita menjadi bekal perjuangan Melirih asa mendorong tegar bersemayam Pada mentari kutitip doa Pada semesta kurangkai angan bahagia Kuingin angin memberi secerca pilihan Pada hati yang tengah mendamba ketulusan Yakinkan jiwa akan keindahan Merasuk mimpi yang terabadikan Lorong waktu tak akan meninggalkan Jejak kasih untuk sang petualang Mari berlari mengejar impian Melompat setinggi bulan Berjajar pada galaksi menembus kesuksesan Tempatkan niat dan doa dalam genggaman Hujan yang bertandang menyapa, seakan masih sama memiliki pesona yang menyimpan sejuta makna; perihal rindu pun kehilangan. Yang terkadang hanya kamuflase diri yang tengah duduk termangu dengan kosongnya pikiran, lalu me
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai puisi sorai
Baca
+Pustaka
Sentuhan Pak Dosen: Harga Sebuah IPK

Sentuhan Pak Dosen: Harga Sebuah IPK

​"I-ibu? Kok bangun?" ​"Ibu cium bau angus. Kamu bakar apa malem-malem gini?" Ibu Wati menyorotkan senter ke arah Soraya. Cahaya senter itu menyinari gaun emas Soraya yang berkilau aneh di tengah halaman belakang yang kotor. ​"Oh... ini, Bu. Bakar sampah kertas bekas tugas kuliah. Banyak nyamuk, Bu. Biar asepnya ngusir nyamuk," bohong Soraya lagi.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai puisi sorai
Baca
+Pustaka
Aku Rela Jadi Pengganti

Aku Rela Jadi Pengganti

Pernikahan yang sudah hampir menginjak lima tahun belum ada pertanda kehamilan pada Arumi. Soraya merupakan sahabat karib dari Arumi. Melihat Arumi bergelimang harta dan memiliki suami yang tampan membuat Soraya iri hati. Soraya hanya seorang gadis biasa mempunyai kekasih yang selalu menyiksanya. Bahkan kerap kali memukul Soraya bila tak mendapatkan apa yang ia mau. Terkadang Soraya dijual oleh kekasihnya pada lelaki hidung belang untuk mendapatkan uang. Kekasih Soraya hobi berjudi hingga Soraya terpaksa menjual diri untuk membayar hutang sang kekasih.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai puisi sorai
Baca
+Pustaka
Menepis Tirai Masa Lalu

Menepis Tirai Masa Lalu

Lalu Sisi pun kembali ke mejanya. "Buru-buru loh kamu tawarin temenmu itu," teriak Soraya. Sedangkan Sisi berjalan tanpa menoleh. Walau ia mendengar suara Soraya sangat jelas. Sisi mengerjakan kembali pekerjaannya di mejanya. Maya tidak ada di dekat situ. Mata Sisi jelalatan. Karena ia masih mencari suatu ide untuk artikelnya. Yang tengah ditulisnya hari ini.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai puisi sorai
Baca
+Pustaka
Skandal Di Balik Meja Pengacara

Skandal Di Balik Meja Pengacara

Dia ingin sendiri, meratapi hidupnya yang hancur berantakan. Dia menangis lagi, tapi kali ini tanpa suara. Tangisan bisu untuk kepolosannya yang hilang, untuk pernikahan yang ternyata palsu, dan untuk rasa takut yang kini bercampur dengan kerinduan sakit akan sentuhan pria yang seharusnya dia benci. Di atas jembatan itu, di bawah langit kota yang tanpa bintang, Soraya merasa menjadi manusia paling menyedihkan di dunia.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai puisi sorai
Baca
+Pustaka
Dosen Kampret itu, Suamiku!!

Dosen Kampret itu, Suamiku!!

Sasmita membisikkannya ditelinga Soraya. ‘Jo, kalau kamu masih hidup, kalian mungkin akan lebih seru dari itu.’ Sesal Soraya. Keserakahannya akan dunia telah melenyapkan sebuah pemandangan indah yang dapat matanya lihat. Namun karena hal itu-lah, dirinya bisa mendapatkan hadiah terindah sebagai pengganti putranya yang pergi. * “Kenapa harus repot-repot, Pah.”
1096.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai puisi sorai
Baca
+Pustaka
Andai Sinar itu Tak Pernah Ada

Andai Sinar itu Tak Pernah Ada

Dia hanya ingat kalau punya seorang putri bernama Riana. Anak yang sangat manis, penurut, tapi takut dingin dan suka sinar matahari. Setiap kali hujan turun, dia akan berteriak ke arah jendela. "Riana, hujan turun, ayo pulang." "Ibu sudah masakin iga asam manis." Sayangnya, tidak akan pernah ada lagi orang yang menjawabnya. Hujan masih turun. Membasuh segala kotoran di dunia ini.
7.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 233 kali sebagai puisi sorai
Baca
+Pustaka
Pesona Sang Peri

Pesona Sang Peri

“Ya. Kau benar, Barrant.” Ia ingat beberapa waktu yang lalu Sofia mengatakan hal yang sama. Tadi, setelah melihat asap itu membumbung, Fjola ketakutan. Ia takut asap itu berasal dari Negeri milik adik Arnor. Sebab, ke sanalah tujuan peri itu pergi. Pikiran buruk berkelebat di kepalanya. Bagaimana kalau itu adalah serangan Malakora? Bagaimana kalau itu adalah pembakaran mayat para peri yang kalah dari pasukan Malakora? Bagaimana jika salah satu mayat yang dibakar itu adalah Arnor? Fjola gemetar membayangkannya. “Jangan bodoh, Fjola,” kata Sofia tadi. “Meskipun benar Malakora mampu membumihanguskan negeri itu, kita tidak bisa berbuat apa-apa.”
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 342 kali sebagai puisi sorai
Baca
+Pustaka
Cinta Yang Sesungguhnya

Cinta Yang Sesungguhnya

puji Aya. “Bener itu udah ilang semua?” tanya Soraya penasaran. Aya mengangguk, “Di punggung, di paha dan di perut semua udah ilang, jadi mulus lagi,” jelas Aya malu-malu.
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai puisi sorai
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status