Jagat Kelana
Sesaat Jagat terlihat bagai orang mabuk akibat banyak minum tuak atau arak, tetapi terkadang sorot kedua matanya tajam menatap pada Kalawaja.
Bibir Jagat masih bersenandung gending jawa melanjutkan syair pertama. Kali ini bukan angin saja yang berubah arah, melainkan adanya rintik air yang turun dari langit. Kalawaja terhenyak kaget, lalu kepalanya tengadah, "Tanpa mendung bagaimana bisa rintik air turun? Ilmu apa ini, mungkinkah dewa mabuk telah menurunkan ilmunya pada bocah edan itu?" batin Kalawaja.
"Apakah kau bisa bebaskan desa ini dan pergi jauh atau nyawa kalian hilang dalam sekali tarikan napasku?" kata Jagat penuh tekanan.
Hot Chapters