Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Red Room

Red Room

Gesturnya memang tenang, hanya matanya yang menyala- nyala akibat keinginan dan rasa rindu yang mencekik. "Baiklah. Kita bicara desainnya kalau begitu. Asal kau tau, artis itu adalah Pammy. Dia siap dengan album terbarunya." Vivian tau jika tidak bisa lolos dan menghindari Max jika menyangkut tentang Pamela. Vivian tidak akan pernah mengecewakan sahabatnya itu. Max memanfaatkan nama temannya dengan baik. Dan dia berhasil memenangkannya. "Baiklah. Kita bicara temanya. "
9.818.2K viewsCompletedAdded to Library 599 Times as red velvet dumb
Read
+Library
Velvet Bloodline

Velvet Bloodline

Terlebih malam ini mereka adalah rekan. "Nona sepertinya penggemarmu banyak juga?" Celetuk Theo menengahi. "Tidak juga," menarik tangannya kembali. "Dia?" Theo melirik sekilas kearah Davis Gerald. Siapa yang tidak kenal dengan menteri penuh kontroversi Davis.
10697 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as red velvet dumb
Read
+Library
Red in Us

Red in Us

Lelaki yang lebih tinggi dari Rabu itu terdiam sebentar, lalu mengumpat, “Damn! Gue nggak pernah ngerasain ini sebelumnya, Tha.” Kali ini kernyitan muncul di dahi Katha. “Bukannya lo udah biasa berhubungan sama perempuan? Kabar terakhir yang gue dengar, lo bahkan mempermalukan salah satu teman gue di pesta ulang tahunnya.” Tanpa sadar dia malah mengucapkan segala rumor yang pernah didengarnya. Seringai muncul di wajah Rendra. “Semua berasumsi demikian. Dan, itu yang buat lo ngehindar dari pertemuan kita?”
1018.1K viewsCompletedAdded to Library 381 Times as red velvet dumb
Read
+Library
Cokelat Valentine Rasa Darah

Cokelat Valentine Rasa Darah

Suaraku tersendat, tidak bisa melanjutkan lagi. Aku membanting cokelat itu ke arahnya, mengenai dadanya, sebelum cokelat itu akhirnya jatuh ke lantai yang berlumuran debu. "Kamu nggak pantas menerima hadiah darinya! Kamu nggak pantas mendapatkan cinta Selsa!" Aku meraung-raung tepat di wajahnya. Dhanu mengambil cokelat itu dari lantai dengan tangan gemetar. Bekas darah dan tanah terlihat samar menyelimuti cokelat itu.
4.7K viewsCompletedAdded to Library 109 Times as red velvet dumb
Read
+Library
Red Clock

Red Clock

“Dia adalah hal pertama yang tidak bisa kau sentuh, mundur atau aku tidak akan menahan diri” Daren mengumpat rendah, tetapi menyeringai selanjutnya. Dia menggigit jarinya, setetes darah turun ke-tangan dan bersatu dengan darah lain, bunyi rantai bedentangan berisik dibawah mata orang lain. Ruth mengambil kuda-kuda dan pedang lebar bermata dua muncul ditangannya. Rantai itu mulai menjalar kearah Ruth, pedang di tangannya mulai melawan tetapi dia tidak tahu bahwa sebuah rantai lolos dan langsung mengikat tangan berdarah Claire. Hentakan tarikan yang kuat membuat Claire tidak siap dan ditarik maju, gadis itu mencoba memberontak, kejadian itu berlangsung cepat, dan 5 detik reaksi Sven dan orang
2.1K viewsOngoingAdded to Library 66 Times as red velvet dumb
Read
+Library
DERREL

DERREL

Anggota Petrios memukuli anggota Cravit hingga banyak yang tidak sadarkan diri. Bukk Derrel menginjak perut Ivanka dengan kencang berulang kali sedangkan Ivanka hanya dapat menangkisnya walaupun itu sia-sia karena sudah tidak ada tenaga. "Segitu doang kemampuan lo? Mana yang tadi berkoar-koar kalo petrios bakal kalah sama Cravit! Basi cuih" Derrel meludahi Ivanka. Dengan begitu emosi lalu menginjak tubuh Ivanka hingga ivanka muntah darah. Anggota Petrios sudah berkumpul kembali dan Derrel bangkit dan menuju anggotanya.
105.9K viewsOngoingAdded to Library 225 Times as red velvet dumb
Read
+Library
Red Dazzling

Red Dazzling

Mengelus paha dalam Merah lembut. “Jangan sakit lagi.” Dazzle menciumnya. Membuat Merah tersentak. “Dazzle!” teriak Merah memukul Dazzle dengan bantal. Dazzle tertawa, lalu memakaikan kembali celana dalam Merah. Mengusapnya lembut dan tersenyum nakal. Merah masih tak terima. Memukuli Dazzle dengan bantal. Bagaimana bisa Dazzle membuatnya malu seperti itu?
105.1K viewsCompletedAdded to Library 156 Times as red velvet dumb
Read
+Library
Sir, You are Dumb!

Sir, You are Dumb!

Selena menggeram, tangan dan kakinya meronta, berusa melepaskan diri dari cengkeraman lelaki tak tahu malu yang kini menyeringai semakin lebar meskipun rona merah di wajahnya belumlah kembali. Selena benar-benar merutuki kecerobohannya. Ia sama sekali tak mengira jika lelaki sekarat ini masih memiliki kekuatan yang sedemikian besarnya. Bahkan dirinya yang dalam kondisi sehat pun sama sekali bukanlah tandingannya. Apa jadinya dirinya jika lelaki ini dalam keadaan sehat dan baik-baik saja?
103.5K viewsOngoingAdded to Library 124 Times as red velvet dumb
Read
+Library
Sweet Revenge

Sweet Revenge

Louis tertawa terbahak-bahak seraya menepuk pundak anak tunggal kawan lamanya itu. "Yah, kau tidak berharap aku percaya kan? Kurasa tidak dengan beritamu akhir-akhir ini," ujar pria paruh baya berdarah Perancis itu dengan senyum mengejek. Andreas tergelak, lalu menunduk dengam sedikit salah tingkah. Ya, beritanya dengan Cinderella berambut merah sedang santer di kalangan bisnisnya. Dan jelas, Andreas tidak terlalu keberatan dengan gosip yang memang sengaja dibuat itu.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as red velvet dumb
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status