Sofa Baru Membawa Petaka Perceraian
Sejak istriku memesan sofa baru yang lebih panjang dan lebih lebar itu, dia setiap malam selalu tidur di ruang tamu.
Setiap kali aku ingin mengajaknya ke kamar untuk berhubungan suami istri, dia selalu memakai alasan lelah untuk mengusirku pergi.
Kadang-kadang dia bahkan mengunci pintu kamar, sementara dari ruang tamu selalu terdengar suara-suara tertahan. Sampai keesokan paginya, baru dia membukakan pintu untukku.
Aku benar-benar sudah tidak tahan lagi.
Pada hari dia melahirkan, ketika dia baru keluar dari ruang bersalin dan bahkan belum turun dari ranjang rumah sakit, aku bukan hanya menolak menggendong anak itu, tetapi juga langsung mengajukan cerai padanya.
Dengan mata memerah, dia berta
Hot Chapters