Terjerat Cinta Mahasiswa Abadi
Bau cat masih kental, ruangan itu kira- kira memiliki luas sepuluh kali tiga belas meter, cukup luas untuk membuka usaha.
"Kira-kira, apa saja yang kau butuhkan?" Naima mengusap dinding bercat biru muda itu untuk memastikan catnya sudah kering. Rangga menggaruk kepalanya, banyak yang dia butuhkan, tapi mengatakan secara langsung pada Naima padahal dia tidak memiliki uang untuk membelinya, menjadikan dia sebagai pria tidak tahu malu.