Hati yang Terbagi
"Mbak, tadi ada yang melempar batu ke rumah Mbak. Kami sempat mengejarnya, tapi mereka kabur."
"Astaghfirullah ... Laki-laki apa perempuan, Pak? Berapa orang yang melakukannya?"tanyaku panik.
"Kami kurang paham, karena mereka pake helm full face. Entah laki-laki entah perempuan karena dua-duanya pakai jaket hitam."
Ya Allah, apalagi ini.
"Lihat dulu saja, Mbak."
Aku menurut, benar saja kaca jendela pecah berantakan. Aku membuka pintu dan menyalakan lampu. Sebuah batu besar tergeletak dilantai.