Sentuhan Panas Ayah Tiri
Mereka berhenti di depan salah satu rumah yang terlihat bersih dan memiliki taman kecil di depannya.
Seorang ibu paruh baya keluar saat mereka melihat-lihat. “Cari kos ya, Mbak?” tanyanya ramah.
“Iya, Bu,” jawab Gendis. “Masih ada kamar kosong?”
“Ada. Tinggal satu. Di dalam, tapi ada kamar mandi sendiri,” jelas si ibu kos. “Listrik dan air sudah termasuk. Mau lihat dulu?”
Saat ibu kos itu hendak membuka gerbang, Gendis tiba-tiba menyikut lengan Raisa dengan keras. Matanya membelalak ketakutan sambil menatap ke ujung gang.