Rahim Penebus Dosa
“Usulannya, sih, okay, but ... where is the room? Rumah ini, ‘kan, ada dua lantai. Lantai satu atau dua? Terus pintu yang ke berapa?”
Aku keluar dan mengedarkan pandangan ke sepanjang pintu yang sejajar dengan toilet. Kurang lebih ada enam pintu yang tertutup. “Ini, mah, namanya bukan nolongin, tapi ngerjain. Masa kasih kunci doang, tapi kamarnya enggak di kasih tau ada di mana?”
'Tck! Siapa di sini yang enggak cerdas? Gue atau dia?'
Hot Chapters