Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suami Bayaran

Suami Bayaran

Rumah Papa? Rumah Papa adalah rumah yang menjadi milikku dan Ruben yang sejak kami lahir telah kami tempati namun kami tidak ada yang mau memilikinya setelah perceraian Mama dan Papa. Hari-hari terakhir aku tinggal di sana begitu menyisakan kenangan yang membuat aku sedikit malas untuk datang ke sana. "Memang nggak ada tempat lain selain di sana, Ma?" "Ya ada, tapi Papa kamu kemarin baru pulang ke Indonesia, makanya Mama minta kamu datang ke sini."
1093.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai rumahku dimana
Baca
+Pustaka
Ku Kira Kau Rumah

Ku Kira Kau Rumah

Ia duduk berdekatan dengan bram. Bram menghela nafas, "mangkanya jangan sok-sokan tinggal sendirian apalagi tinggal di tempat bebas dan enggak sehat kayak gini. Aku enggak kemana mana, aku tidur di ruang tamu, kamu aman." Ujarnya sembari mengambil handphone miliknya, dan menghidupkan senter untuk memberi pencahayaan meski minim.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai rumahku dimana
Baca
+Pustaka
Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!

Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!

ucapku, sedikit ragu. Perawat itu menatapku. “Apa?” Aku menggaruk tengkuk, merasa bodoh tiba-tiba. “Saya… tinggal di sebelah.” “Sebelah?” alisnya sedikit terangkat. “Iya. Rumah Eyang Sumi,” lanjutku cepat. “Jadi sebenarnya saya tadi mau langsung pulang aja. Nggak apa-apa kehujanan sedikit.”
1042.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai rumahku dimana
Baca
+Pustaka
STATUS ISTRIKU DI AKUN FACEBOOKNYA

STATUS ISTRIKU DI AKUN FACEBOOKNYA

Aku sudah anggap dia bukan saudaraku lagi. Ting! Ada dua pesan baru lewat inbox. Oh, ternyata ada juga yang menanyakan rumahku, baru saja beberapa menit, sudah ada yang minat. [Lokasi di mana, bang?] Oh iya, aku lupa cantumkan lokasi rumahku. Langsung aku balas mengetikan sebuah alamat. Ada juga beberapa komentar di postinganku. "Survey sekarang, aku sudah deal dengan harganya"
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai rumahku dimana
Baca
+Pustaka
Para Pemburu dan Penghuni Tangguh

Para Pemburu dan Penghuni Tangguh

“Di mana rumahmu?” "Rumahku berada di pinggir kota yang terletak di dekat toko, tidak jauh dari sini yang mengalir di sebelah timur. Di sekitar toko, rumahku sendiri terbuat dari batu dengan atap yang terdiri dari genting-genting keramik, pintu kayu besar berwarna cokelat tua dan jendela-jendela berbingkai putih di fasadnya. Jika kau mengikuti jalan setapak yang melintasi ini, rumahku berada di sebelah kanan, tepat di ujung jalan sebelum sampai ke taman kerajaan.” “Bisakah aku nanti berkunjung ke rumahmu?”
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai rumahku dimana
Baca
+Pustaka
Miskin itu Memalukan

Miskin itu Memalukan

Mmuach mmuacch mmuuach ** “Ma, kalau misalnya mama sana Siva tinggal di rumah sendiri, mau nggak?” Tanyaku malam ini saat berdua dengan mama menyiapkan makan malam. Kebetulan Lek Narni tidak datang karena mengantar Retno pindahan ke Jakarta untuk mengadu nasib. “Maksudnya mama kembali ke Semarang, begitu?” Mama menoleh padaku. “Bukan, Ma … rumah di Semarang lagi direnovasi sama Ruly.” Aku merogoh ponsel dari saku celana pendek tang kupakai. Masuk ke galeri aku menunjukkan foto-foto pada mama.
9.35.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai rumahku dimana
Baca
+Pustaka
DARAH SEPASANG

DARAH SEPASANG

tanya salah satu cowok. "Ia Sel, Kamu tinggal dimana? Boleh, dong. Kapan-kapan Aku main kerumah?" tanya cowok yang dari awal sudah menggodaku. Akhirnya, mereka bertanya hal serupa. Dengan tenang, aku menjawab. "Perumahan, Anggrek Jingga," jawabku menghela nafas. "Disebalah mananya?" tanyanya lagi. "Sebelah area pesawahan, setelah melewati perumahan warga." balasku singkat.
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai rumahku dimana
Baca
+Pustaka
SUAMIKU CEO BUTA

SUAMIKU CEO BUTA

Aku diam saja, dia memperlakukanku seperti aku ini sudah lama ia kenal. Kita jalan, aku memeluk Ani erat. Jangan salahkan aku jika aku akan membawamu ke kehidupanku. "Rhoma, yang mana rumah kamu?" "Rumahku paling besar lantai 3." "Ah iya warna krem itu kah?" "Iya Ani." "Rumahmu besar, kenapa kamu tidak melawan ibu Erna tadi" "Biarkanlah. Aku akan membayarmu karna sudah mengantarku"
9.711.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai rumahku dimana
Baca
+Pustaka
SETELAH KEMATIAN ISTRIKU

SETELAH KEMATIAN ISTRIKU

Bahwa Nakula memang sedang menutupi sesuatu. "Mas Bud, rumah Pak Ken yang baru di sebelah mana?" tanyaku akhirnya. "Jalan Sedap Malam nomor 5, Pak." Aku mengangguk. "Ya sudah, saya permisi, Mas Bud," pamitku pada Mas Budi. Segera aku keluar dari bangunan toko. Membiarkan mobilku masih di seberang sana. Aku memilih berjalan kaki masuk ke perumahan yang terletak di belakang pertokoan ini.
1024.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 918 kali sebagai rumahku dimana
Baca
+Pustaka
Hanya Rumahku Yang Selalu Dilewati

Hanya Rumahku Yang Selalu Dilewati

Ya Alloh Ya Robbi, belum juga hilang kekesalanku yang tadi karena dibohongi, sekarang kata-katanya itu menyebalkan sekali. “Kakak juga banyak urusan, Citra. Kalau Uwak mau berkunjung, ya silakan kamu terima dia. Kan kamu tuan rumahnya,” jawabku. “Kak, lagian Kakak harus ada di rumahku, biar sekalian Uwak bertemu Kakak juga. Kan Uwak gak mungkin berkunjung ke rumah Kakak untuk menemuimu. Malu kali dia, Kak. Rumah Kakak kan kayu, dan kuno. Gak akan ada yang mau berkunjung, lah. Jujur ya Kak, aku aja kalau mau ke sini suka lihat kanan kiri dulu takut ada tetangga lihat. Malu kalau ketahuan kakak iparku tinggal di rumah kayu,” ejeknya. “Maaf, Kak. Bukannya aku mau menghina, tapi ini sebagai moti
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai rumahku dimana
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status