Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pengawal Nona Muda

Pengawal Nona Muda

Selain sepi, embusan dingin angin musim gugur membuat tubuh Ella merinding dan kedinginan. “Di mana ini?” Ben tidak menjawab, tapi dia menggandeng tangan Ella dan mengajaknya melangkah memasuki sebuah gerbang. Ella bisa melihat sebuah papan nama di atas kepalanya yang melengkung—Pemakaman Umum Rotterfort—tertulis di sana. Tidak ada siapa pun di sana, selain dirinya dan Ben, yang langkahnya diiringi suara gemerisik dedaunan dari arah hutan yang berada di sebelah barat mereka. Sekelilingnya hanya tampak batu nisan-nisan yang tertimbun oleh daun dan batang kering, serta kebanyakan nisan-nisa itu tidak terawat.
9.810.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai rumput untuk makam
Baca
+Pustaka
Perjalanan Sang Perukiyah

Perjalanan Sang Perukiyah

Kemudian mereka turun dan langsung menuju tempat yang di mana Agus mempersembahkan janinnya dulu. Namun, kosong. Mereka tidak menemukan siapapun di sana. Hanya ada sebuah makam yang terlihat sudah sangat tua. Kemungkinan, makam itu disakralkan oleh warga sekitar. Terlihat dari banyaknya bekas bunga tujuh rupa, sesaji, dan bekas dupa. "Nggak ada siapapun. Ke mana mereka membawa Anin?" Sumi pun semakin mencemaskan Anindita. Pikirannya sudah ke mana-mana.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai rumput untuk makam
Baca
+Pustaka
Permintaan Gila Adikku

Permintaan Gila Adikku

Ditumbuhi rumput dan banyaknya sampah dari daun yang berjatuhan dari pohon di atas mereka. Namun, apa yang dilihat keduanya sangatlah berbeda. Bahkan makam itu dikeramik dengan begitu indahnya. Tulisan nama dan tanggal lahir juga kematian terlihat jelas, tidak seperti makam yang terbengkalai selama berpuluh-puluh tahun yang lalu.
1029.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai rumput untuk makam
Baca
+Pustaka
PESUGIHAN LEMBAH MONYET

PESUGIHAN LEMBAH MONYET

Kembali mereka saling berpelukan melepas kepergian Sang Putri. Angga terduduk lemas di samping jasad Ranti. Jam sepuluh pagi, jenazah Ranti dimakamkan di pemakaman umum Kampung Duren. Rintik gerimis mengiringi pemakaman bocah malang itu. Yang membuat warga kampung merasa aneh, ada seekor kera yang selalu mengikuti jalannya pemakaman tersebut. Tatapan mata bulat kera itu tak pernah lepas dari jenazah Ranti yang hendak dimakamkan.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai rumput untuk makam
Baca
+Pustaka
40 Hari Setelah Kematian Bapak

40 Hari Setelah Kematian Bapak

suara salah seorang warga yang panik mendekat. Dengan hati-hati, Lasmi berjalan menuju kerumunan warga yang semakin padat. Ada beberapa wajah yang tampak sangat cemas, bahkan ada yang menangis, karena kabar tentang makam yang rusak dengan cepat menyebar. Lasmi berdiri di samping seorang tetangga yang juga tampak bingung. "Makam Raharjo hancur, Lasmi," kata tetangga itu, sambil menatap Lasmi dengan raut wajah yang ketakutan.
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 234 kali sebagai rumput untuk makam
Tampilkan Ulasan (52)
Baca
+Pustaka
Viva Oke
makin seru kisah perjalanan murni dan Aji dalam menyingkap tabir kesesatan orang tuanya dimasa lalu. akankah murni berhasil melindungi seluruh orang yang ada disekitarnya dari amukan sangkalana atau murni bakal ikut hancur bersama prana yg ada didalam tubuhnya?
Aprilia Mulyaningsih
ceritanya bagus dan menarik. tapi ada bbrp part di bbrp bab yg blm selesai ku baca tp ky udah tau endingnya. menarik... penasaran ...yg aku ntah knp kayak aku paham. nth pernh baca nth apa, aku sendiri gak tau bingung
Baca Semua Ulasan
Sampai Maut Memisahkan Cinta

Sampai Maut Memisahkan Cinta

Nicho jadi teringat akan Citra. Mobil yang mengantar Nicho dan Rose akhirnya tiba di pemakaman umum. Setibanya disana, Rose bergidik ngeri saat melihat makam yang berbaris dengan banyak. Sambil berjalan ketakutan, dia mengikuti Nicho hingga ke sebuah makam yang memiliki pagar putih. Bahu yang terangkat ngeri itu menurun dengan lemas. Rose terperangah. Ada sebuah makam yang cantik sekali dan berbeda dengan makam lainnya. Makam ini seperti taman bunga dengan mawar yang bermekaran.
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai rumput untuk makam
Baca
+Pustaka
ENAK, PAK DOSEN!

ENAK, PAK DOSEN!

Menimbun Mama Maya yang terbalut kafan putih. “Sudah nggak sakit lagi, kan, Ma?” gumam Damar dalam hati. Selepas batu nisan di letakkan di salah satu ujung makam basah ini, Damar, Carol, Diana dan juga Shanum ikut menabur kan bunga.
9.9279.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10.3K kali sebagai rumput untuk makam
Tampilkan Ulasan (32)
Baca
+Pustaka
Zizizaq
Suka baca karya orang lain, selain seru buat belajar juga. Ini ceritanya bagus.🤍 baca juga karya Zizizaq 1. Nikah kontrak berbuah cinta 2. Antara mencintai dan melupakan 3. Wanita ketiga duda kaya
OTHOR CENTIL
Hallo, Kak. Maaf kalau ceritanya tidak sesuai ekspektasi Kakaknya, ya. Di bab awal itu sudah jelas, Diana butuh uang karena uang sakunya dibatasi. Soal password kartu ATM itu, Damar juga bilang kok kalau sandinya nanti dikasih tahu lewat pesan.
Baca Semua Ulasan
Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku

Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku

Sedikit terpinggirkan dari yang lain, makam itu nampak terawat, ada rumput dan tanaman yang menutupi gundukan tanah itu, nisannya pun bersih, tertulis dengan jelas raga siapa yang terbaring di bawah sana. Nara melangkah maju, menghampiri makam itu dan berusaha jongkok dengan sedikit susah payah. Tidak ada kalimat yang keluar dari mulutnya, hanya isak tangis yang kemudian pecah dengan tangan yang mengusap nisan itu dengan lembut.
9.9110.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai rumput untuk makam
Baca
+Pustaka
Bayaran Cinta Sang Miliarder

Bayaran Cinta Sang Miliarder

Rendra berada di barisan depan bersama dengan keluarga Kakek Marto, tampak sangat terlibat dalam setiap prosesi pemakaman dan memberikan dukungan yang sangat dibutuhkan bagi keluarga yang sedang berduka. Namun ketika petugas pemakaman mulai menggali tanah untuk menguburkan jenazah Kakek Marto, sesuatu yang mengerikan terjadi. Tanah di dekat makam Kakek Marto tiba-tiba terbuka dengan sendirinya, mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat dan membuat sebagian warga merasa pusing dan ingin muntah. Dari dalam lubang tanah yang terbuka tersebut, muncul beberapa tulang belulang yang sudah membusuk dan sebuah kalung batu hitam yang persis sama dengan yang dikenakan oleh Rendra.
10969 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai rumput untuk makam
Baca
+Pustaka
Penakluk Sihir Iblis

Penakluk Sihir Iblis

gumam Huànyǐng sambil kembali melanjutkan langkahnya, meski kali ini terlihat sedikit lebih lambat. Hòu Jūn berusaha menjelaskan, "Menurut Tuan Ma, karena di tengah hutan bambu itu ada kompleks pemakaman yang diberi nama Qing." Mendengar penjelasan itu, Huànyǐng terdiam cukup lama. Ada sesuatu yang terlintas dalam benaknya, seperti kilatan memori yang samar namun menggelitik. Dia tidak berani memastikan dugaannya, tetapi perasaan tidak nyaman mulai merayapi dadanya.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai rumput untuk makam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status