Malam Panas Tak Terlupakan dengan Konsulenku
Sedikit terpinggirkan dari yang lain, makam itu nampak terawat, ada rumput dan tanaman yang menutupi gundukan tanah itu, nisannya pun bersih, tertulis dengan jelas raga siapa yang terbaring di bawah sana.
Nara melangkah maju, menghampiri makam itu dan berusaha jongkok dengan sedikit susah payah. Tidak ada kalimat yang keluar dari mulutnya, hanya isak tangis yang kemudian pecah dengan tangan yang mengusap nisan itu dengan lembut.