Anak Kecil yang Memanggil Suamiku Ayah di Mall
Sudah berusaha berobat cara medis dan non medis, tapi sakit ini belum juga sembuh, hanya berkurang rasa sakit atau nyeri.
"Kamu rayu dong, Ra. Mama yakin, ini kamu terserang penyakit seperti ini karena dosa kamu yang menumpuk," cetusnya lagi. Astaga, sakit rasanya dicibir seperti itu, sudah sakit badan, ditambah sakit hati pula.
Aku menarik napas dalam-dalam, berharap kantung air mata tidak rembes di hadapannya.
"Iya, Mah. Nanti Ara rayu Mas Haviz." Aku mengembuskan napas berat,
Hot Chapters